Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Sungai, gunung, dan pelangi · Subtopik: Hal besar butuh kesabaran
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Ular Pelangi Pembentuk Sungai (mitos Oseania — Aborigin Australia, 9 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Penalaran Kritis, Kreativitas, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menyebutkan seperti apa bumi sebelum Ular Pelangi bangun.
- Anak menyebutkan dari mana air yang mengisi sungai-sungai pertama.
- Anak menyusun enam warna sisik Ular Pelangi berurutan mulai dari merah.
- Anak menyebutkan kapan Ular Pelangi naik ke langit untuk menyapa.
Alat dan bahan
- Cerita Ular Pelangi Pembentuk Sungai: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 5 atau 7 (cetak sesuai jumlah anak).
- Kertas warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Siapa yang pernah melihat pelangi sesudah hujan? Warna apa yang kalian ingat?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Daratan di gambar ini datar dan sunyi. Apa yang kurang di sana?»
- Perkenalkan 3 kata: sisik, alur, lembah.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 5. Berhenti sesudah halaman 5, saat bumi sudah punya bukit dan lembah. Tanya: «Alur-alur panjang itu masih kosong. Apa yang akan mengisinya?»
- Memahami: Lanjutkan halaman 6 sampai 9. Jeda, lalu tanya: «Kenapa katak-katak sampai tertawa?»
- Mengaplikasi: «Barisan warna pelangi»: setiap anak memegang satu kertas warna, lalu semua berbaris berurutan seperti sisik Ular Pelangi. Tanya: «Warna sisiknya apa saja, urut mulai dari merah?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 7 (sungai mengalir, pohon tumbuh, kanguru minum). Tanya: «Dari mana air yang mengisi sungai-sungai pertama?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Seperti apa bumi sebelum Ular Pelangi bangun?», «Bagaimana sungai, gunung, dan lembah terbentuk dalam cerita ini?», «Kalau kamu melihat pelangi, apa yang ingin kamu katakan padanya?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak bergiliran menyebut kapan Ular Pelangi naik ke langit menyapa.
- Ulangi kata baru: sisik, alur, lembah, merayap, berkelok-kelok, menggelitik.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu lihat langit sesudah hujan bersama.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Bumi dulu: anak menyebut daratan masih datar, tanpa gunung dan sungai.
- Asal air: anak menyebut air dari perut katak-katak yang tumpah.
- Urutan warna: anak berdiri pada urutan warna yang benar dan menyebut warnanya.
- Menyapa: anak menyebut Ular Pelangi naik sesudah hujan turun.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat berbaris.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di halaman 7, saat bumi menjadi ramai dan hijau; lalu ceritakan: «Ular Pelangi lalu beristirahat di kolam paling dalam, dan sehabis hujan ia naik menyapa — itulah lengkung warna-warni di langit.» Cukup satu ragam main («Barisan warna pelangi»); ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 6: «Dari mana air yang mengisi sungai-sungai pertama?»
- Ular Pelangi adalah tokoh cerita orang Aborigin Australia zaman dulu; ini kisah lama, bukan pelajaran agama.
- Kalau anak takut melihat ular sebesar itu, katakan: «Ular Pelangi tidak menyakiti siapa pun; ia membuat sungai dan membangunkan katak-katak.»