Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Berbagi kehangatan · Subtopik: Memberi tanpa mengharap balasan
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Topi Jerami untuk Jizo (dongeng Jepang, 9 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Kewargaan, Penalaran Kritis
Tujuan pembelajaran
- Anak menyebutkan mengapa topi jerami kakek tidak laku di kota.
- Anak menceritakan apa yang kakek lakukan pada enam patung batu, termasuk yang keenam.
- Anak menyebutkan siapa yang mengantar karung hadiah di malam tahun baru.
Alat dan bahan
- Cerita Topi Jerami untuk Jizo: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 4 atau 7 (cetak sesuai jumlah anak).
- Enam balok, lima topi kertas lipatan guru, satu sapu tangan.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Kalau anak-anak kedinginan, apa yang membuat badan jadi hangat?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Kakek dan nenek membuat topi jerami untuk dijual. Siapa yang memakai topi seperti itu?»
- Perkenalkan 3 kata: jerami, laku, patung.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1–6. Berhenti di akhir halaman 6, saat terdengar nyanyian «Rumah kakek topi jerami... di manakah...». Tanya: «Menurut anak-anak, siapa yang bernyanyi di luar?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 9. Jeda, lalu tanya: «Apa isi karung di depan pintu?»
- Mengaplikasi: «Enam kepala kedinginan»: jajarkan enam balok sebagai patung di tepi jalan. Anak bergiliran memakaikan topi kertas sambil menghitung sampai lima — topinya kurang satu. Tanya: «Kakek melakukan apa pada enam patung itu, dan pakai apa untuk yang keenam?» Anak menutup balok keenam dengan sapu tangan.
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 4 (kakek memakaikan topi) atau halaman 7 (karung besar di depan pintu). Tanya: «Kenapa topi jerami kakek tidak laku di kota?»
- Merefleksi: Bahas: «Apa yang kakek lakukan pada enam patung batu itu?», «Siapa yang mengantar karung hadiah di malam tahun baru?», «Kebaikan kecil apa yang pernah kamu lakukan tanpa disuruh?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak bergiliran menyebutkan satu barang yang ada di dalam karung.
- Ulangi kata baru: jerami, patung, berjajar, kenyal.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu lakukan satu kebaikan kecil tanpa disuruh.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Topi tidak laku: anak menyebutkan orang di kota sibuk dan tak ada yang mau topi.
- Enam patung: anak menceritakan kakek memakaikan lima topi dan memberi kain kepalanya sendiri.
- Pengantar hadiah: anak menyebutkan enam patung yang memakai topi kakek.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat menghitung topi.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): bacakan sampai halaman 9 seperti biasa; yang disederhanakan hanya ragam main dan pertanyaannya. Cukup satu ragam main «Enam kepala kedinginan»; ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 2: «Kenapa tidak ada yang membeli topi kakek?»
- Halaman 6 terdengar misterius: langkah berat di malam gelap; jangan diperankan. Kalau anak takut mendengar langkah itu, katakan: «Yang datang bukan sesuatu yang menakutkan — enam patung yang diberi topi kakek mengantar hadiah.»
- Kakek, nenek, dan patung Jizo tokoh cerita orang Jepang zaman dulu; ini kisah lama, bukan pelajaran agama. Jizo adalah patung batu penjaga jalan di Jepang; anak tidak memerankan patung.