Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Keluargaku · Subtopik: Pesan ibu melindungi kita
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Serigala dan Tujuh Anak Kambing (dongeng Grimm, 11 halaman, 4 menit)
- Dimensi profil lulusan: Penalaran Kritis, Kesehatan, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menyebutkan dua ciri serigala dari pesan ibu: suara kasar dan kaki hitam.
- Anak menceritakan dua tipuan serigala: makan kapur agar suara lembut, mencelup kaki ke tepung.
- Anak memperagakan jawaban aman saat ada yang mengetuk: tidak membuka, menunggu ibu pulang.
Alat dan bahan
- Cerita Serigala dan Tujuh Anak Kambing: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 5 atau 11 (cetak sesuai jumlah anak).
- Karung, bola-bola kertas sebagai batu, kursi sebagai pintu.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Bagaimana kalian tahu itu suara ibu, walau tidak melihatnya?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Ayo hitung anak kambingnya! Ibu mau pergi, pesan apa yang ia titipkan?»
- Perkenalkan 3 kata: kapur, karung, meringkuk.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar halaman 1–3. Berhenti saat kaki hitam serigala terlihat di jendela. Tanya: «Suaranya sudah lembut, tapi kakinya hitam. Apa yang akan ia lakukan?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 7, saat si bungsu keluar dari jam dinding. Tanya: «Bagaimana ibu menolong enam anaknya tanpa membangunkan serigala?» Lalu lanjutkan sampai halaman 11.
- Mengaplikasi: Bermain peran «Tok tok tok»: guru mengetuk «pintu» dengan suara berganti-ganti. Anak kambing memeriksa: «Suaranya lembut? Kakinya putih?» Kalau ragu, semua menjawab: «Kami tidak membuka pintu. Kami tunggu Ibu.» Tanya: «Dua ciri apa yang diperiksa?»
- Mengaplikasi: «Sst, jangan bangunkan»: guru jadi serigala yang mendengkur. Anak berjinjit membawa bola kertas ke karung tanpa suara; kalau ada yang bersuara, semua membeku. Sesudahnya mewarnai halaman 5 (anak kambing bersembunyi) atau 11 (kandang hangat).
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Apa dua ciri serigala yang disebutkan ibu kambing?», «Bagaimana serigala menipu anak-anak kambing?», «Di mana si bungsu bersembunyi?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak bergiliran menyebut tipuan serigala, lalu tempat sembunyi: meja, lemari, tungku, jam dinding.
- Ulangi kata baru: kapur, karung, meringkuk, mengendus, patuh.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu sepakati: siapa saja yang boleh dibukakan pintu.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Dua ciri: anak menyebutkan suara kasar dan kaki hitam.
- Tipuan serigala: anak menceritakan kapur untuk suara dan tepung untuk kaki.
- Jawaban aman: anak mengucapkan «kami tidak membuka pintu» saat bermain peran.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di halaman 4, lalu ceritakan: anak kambing bersembunyi, ibu pulang dan menolong semua, serigala lari basah. Satu ragam main saja («Tok tok tok»), refleksi cukup dua ciri serigala.
- Halaman 5 dan 6 bisa menakutkan. Tekankan sejak awal: semua anak kambing keluar dari karung dengan selamat, serigala hanya basah lalu lari. Jangan perankan serigala yang mengejar: guru sendiri yang jadi serigala.
- Kapur batu putih yang lunak; serigala makan kapur agar suaranya lembut hanya ada di dongeng. Kambing sungguhan mengenali suara induknya.