← Kembali
Rencana kegiatan · RPPH

Putri Kemarau

Usia 3–7 · 3 menit 12 detik · 10 halaman

Identitas

Tujuan pembelajaran

Alat dan bahan

Pembukaan (10 menit)

  1. Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
  2. Pertanyaan pemantik: Tunjukkan gelas berisi air dan gelas kosong. «Kalau air di rumah habis, apa yang tidak bisa kita lakukan?»
  3. Tunjukkan gambar halaman 2: «Tanah di gambar ini retak-retak. Sudah berapa lama hujan tidak turun?»
  4. Perkenalkan 3 kata: kemarau, ombak, tulus.

Inti (40 menit)

  1. Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 6. Berhenti setelah halaman 6, saat sang putri selesai berbicara kepada laut. Tanya: «Apakah laut akan menjawab? Apa yang akan dikatakannya?»
  2. Memahami: Lanjutkan halaman 7 sampai 10. Jeda sebentar, lalu tanya: «Apa yang jatuh pertama kali di pipi sang putri?»
  3. Mengaplikasi: «Hujan datang»: anak duduk melingkar, menggosok telapak tangan seperti angin, menepuk paha pelan, lalu cepat seperti hujan deras, lalu pelan lagi. Tanya: «Bagian mana yang paling mirip hujan di halaman 8?»
  4. Mengaplikasi: Mewarnai halaman 2 (sawah kering) atau halaman 9 (sawah menghijau). Dua gambar diletakkan berdampingan; anak menunjuk mana sebelum hujan dan mana sesudahnya.
  5. Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Bagaimana perasaan raja melihat negerinya kekeringan?», «Apa yang terjadi pada sawah dan sungai saat kemarau panjang?», «Mengapa Putri Jelitani berani pergi ke laut?», «Pernahkah kamu berani melakukan sesuatu untuk membantu orang lain?»

Penutup (10 menit)

  1. Recalling: Anak menyebutkan satu hal yang mengering saat kemarau dan satu yang hidup lagi sesudah hujan.
  2. Ulangi kata baru: kemarau, ombak, tulus, menyusut, kelabu.
  3. Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu tutup keran rapat-rapat setelah memakai air.
  4. Doa penutup dan salam.

Asesmen (observasi)

Catatan untuk guru