← Kembali
Rencana kegiatan · RPPH

Putri dan Kacang Polong

Usia 3–7 · 2 menit 59 detik · 9 halaman

Identitas

Tujuan pembelajaran

Alat dan bahan

Pembukaan (10 menit)

  1. Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
  2. Pertanyaan pemantik: «Pernahkah ada kerikil di kasur kalian? Bagaimana rasanya?»
  3. Tunjukkan gambar halaman 1: «Pangeran ini akan pergi jauh. Ia mencari siapa?»
  4. Perkenalkan 3 kata: sejati, badai, kasur.

Inti (40 menit)

  1. Memahami: Putar halaman 1–6. Berhenti saat gadis itu naik ke ranjang tinggi dan lampu dipadamkan. Tanya: «Bisakah ia tidur nyenyak?»
  2. Memahami: Lanjutkan sampai halaman 9. Jeda, lalu tanya: «Dari mana pangeran tahu bahwa ia putri sejati?»
  3. Mengaplikasi: «Menara kasur». Dalam kelompok kecil, anak menaruh satu kelereng di lantai, lalu menumpuk tikar, bantal, dan handuk sambil menghitung sampai sepuluh. Satu anak duduk di atasnya. Tanya: «Terasa kacangnya? Berapa kasur tadi?»
  4. Mengaplikasi: «Tangan peka». Anak meraba satu benda di kantong kain tanpa melihat, lalu berkata «keras» atau «empuk». Tanya: «Benda mana yang keras seperti kacang polong?»
  5. Mengaplikasi: Mewarnai halaman 5 (tumpukan kasur menjulang) atau 3 (gadis basah kuyup di gerbang).
  6. Merefleksi: Bahas: «Bagaimana cara ratu menguji gadis yang datang saat badai?», «Kenapa putri sejati bisa merasakan kacang di bawah tumpukan kasur?», «Menurutmu, apa artinya menjadi putri atau pangeran sejati?»

Penutup (10 menit)

  1. Recalling: Guru menunjuk gambar; anak menceritakan urutannya: ketukan saat badai, kacang di bawah kasur, pagi yang pegal, pangeran gembira.
  2. Ulangi kata baru: sejati, badai, kasur, basah kuyup, menjulang, pegal, menggigil.
  3. Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu raba kasurmu: empuk, atau ada «kacangnya»?
  4. Doa penutup dan salam.

Asesmen (observasi)

Catatan untuk guru