Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Air di sekitarku · Subtopik: Berlatih berkata baik
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Peri: Berlian dan Katak (dongeng Prancis, 9 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Komunikasi, Kolaborasi, Kemandirian
Tujuan pembelajaran
- Anak memerankan menolong nenek yang minta minum dengan sopan.
- Anak menyebutkan apa yang keluar dari bibir adik dan dari mulut kakak.
- Anak mengucapkan tiga kata baik dari halaman 7: terima kasih, tolong, maaf.
- Anak menyebutkan satu kata manis yang paling sering ia ucapkan.
Alat dan bahan
- Cerita Peri: Berlian dan Katak: pemutar «Putar di kelas» di laptop, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 3 atau 6 (cetak sesuai jumlah anak).
- Dua gelas plastik dan satu botol berisi air matang.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Kalau ada orang haus meminta air, apa yang kalian katakan?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Dua kakak beradik. Siapa yang mengambil air?»
- Perkenalkan 3 kata: mata air, kendi, jernih.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 4. Berhenti sesudah halaman 4, saat Si Sulung berjalan ke mata air sambil menghentakkan kaki. Tanya: «Bagaimana Si Sulung akan menjawab nenek nanti?»
- Memahami: Lanjutkan halaman 5 sampai 9. Jeda sebentar, lalu tanya: «Kata apa yang membuat katak-katak itu hilang?»
- Mengaplikasi: «Segelas air untuk nenek»: berpasangan, satu anak berkata «Bolehkah aku minta minum?». Anak lain menuang air dan menjawab: «Tentu, Nek. Minumlah yang segar.» Lalu bertukar peran. Tanya: «Bagaimana rasanya ditolong dengan sopan?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 3 (mawar berjatuhan saat Si Bungsu bercerita). Tanya: «Apa yang jatuh dari bibir adik, dan apa dari mulut kakak?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Apa bedanya jawaban si Bungsu dan si Sulung saat dimintai minum?», «Bagaimana si Sulung akhirnya berubah menjadi baik?», «Kata-kata manis apa yang paling sering kamu ucapkan?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak berdiri melingkar, bergiliran mengucapkan tiga kata dari halaman 7: «Terima kasih», «Tolong», «Maafkan aku».
- Ulangi kata baru: mata air, kendi, jernih, berlian, gerutu, tulus.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu ucapkan terima kasih kepada yang memasak di rumah.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Menolong dengan sopan: anak menuang air sambil mengucapkan kalimat ramah.
- Bibir dan mulut: anak menyebut bunga serta berlian, dan katak.
- Tiga kata baik: anak mengucapkan terima kasih, tolong, dan maaf.
- Kata manis: anak menyebut satu kata manis yang sering ia pakai.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat ragam main.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di halaman 8, saat Si Sulung minta maaf dan katak-katak menghilang; lalu ceritakan: «Malam itu kedua kakak beradik berbisik kata manis sebelum tidur.» Cukup satu ragam main («Segelas air untuk nenek»); ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 3 dan 6: «Apa yang jatuh dari bibir adik? Apa yang melompat dari mulut kakak?»
- Katak bukan hukuman, hanya akibat kata kasar. Katakan: «Kata kasar membuat orang menjauh.» Lalu tunjukkan halaman 7: kakak berlatih berkata baik, dan semuanya berubah.
- Jangan meminta anak menirukan kalimat kasar di halaman 5; cukup guru yang membacakannya sekali dengan suara datar.