Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Perayaan dan tradisi · Subtopik: Bersama-sama, rasa takut jadi hilang
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Nian dan Tahun Baru (mitos Tiongkok, 10 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Kolaborasi, Kreativitas, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menyebutkan dua hal yang ditakuti Nian: warna merah dan suara ramai.
- Anak menceritakan tiga persiapan penduduk: kertas merah, lentera, gendang.
- Anak menyebutkan bahwa Nian bukan binatang jahat, hanya lapar dan iseng.
- Anak menyebutkan satu hal yang membuatnya berani ketika takut.
Alat dan bahan
- Cerita Nian dan Tahun Baru: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 2 atau 5 (cetak sesuai jumlah anak).
- Kertas merah bekas dan lem, panci dan sendok kayu dari dapur.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Kalau anak-anak takut, suara apa yang membuat hati jadi tenang?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Desa di kaki gunung. Mengapa penduduknya gelisah?»
- Perkenalkan 3 kata: gelisah, lentera, gendang.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1–3. Berhenti di akhir halaman 3, saat kakek berkata ada dua hal yang ditakuti Nian. Tanya: «Menurut anak-anak, dua hal apa itu?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10. Jeda, lalu tanya: «Ternyata Nian takut apa saja?»
- Mengaplikasi: «Menyambut tahun baru»: anak menempelkan kertas merah di dinding, lalu memukul panci dan bertepuk saat guru berkata «Tahun baru!». Tanya: «Apa saja yang disiapkan penduduk?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 2 (Nian yang lapar) atau halaman 5 (rumah dihias merah). Tanya: «Nian bukan binatang jahat. Ia sedang apa?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Apa dua hal yang ditakuti Nian?», «Kenapa penduduk menghias desa dengan warna merah setiap tahun baru?», «Menurutmu, kenapa penduduk akhirnya meninggalkan kue untuk Nian?», «Kalau kamu takut pada sesuatu, apa yang bisa membantumu jadi berani?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak bergiliran menyebutkan satu persiapan penduduk.
- Ulangi kata baru: gelisah, menggeram, lentera, gendang, terbelalak.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu tunjukkan satu benda merah di rumah.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Dua hal yang ditakuti Nian: anak menyebutkan warna merah dan suara ramai.
- Persiapan bersama: anak menyebutkan tiga persiapan penduduk saat bermain.
- Nian yang lapar: anak menjawab bahwa Nian hanya lapar, bukan jahat.
- Keberanian: anak menyebutkan satu hal yang membuatnya berani.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat bermain.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di akhir halaman 8, saat desa merayakan bukan karena takut lagi, tapi karena gembira, lalu ceritakan akhirnya: «Penduduk meninggalkan kue untuk Nian di kaki gunung, dan Nian menontonnya dari jauh.» Cukup satu ragam main, «Menyambut tahun baru»; ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 2: «Nian bukan binatang jahat. Ia sedang apa?»
- Halaman 6–7 ramai: geraman dan petasan; jangan diperankan. Kalau anak takut atau cemas, katakan: «Nian tidak menyakiti siapa pun; ia hanya kaget lalu pulang ke gunung.»
- Nian dan kakek tokoh cerita orang Tiongkok zaman dulu; ini kisah lama, bukan pelajaran agama. Lentera merah dan bunyi ramai dipakai saat Tahun Baru Imlek.