Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Rumahku · Subtopik: Gelap tidak menakutkan kalau bersama
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Milo dan Malam Tanpa Listrik (cerita Milo, 10 halaman, 2 menit)
- Dimensi profil lulusan: Kolaborasi, Kreativitas, Kemandirian
Tujuan pembelajaran
- Anak menceritakan cara Milo menolong Sari dalam gelap: mengeong lalu menuntun sampai ke laci.
- Anak menyebutkan bahwa lilin dan korek api hanya boleh dinyalakan orang dewasa.
- Anak membuat satu bentuk bayangan tangan dan menyebut namanya.
Alat dan bahan
- Cerita Milo dan Malam Tanpa Listrik: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 6 atau 10 (cetak sesuai jumlah anak).
- Senter, dinding kosong atau kain putih, kain penutup mata.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Siapa yang pernah mengalami lampu mati di rumah? Apa yang keluarga kalian lakukan?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Semuanya padam. Menurut anak-anak, siapa yang paling tidak takut di rumah ini? Mengapa?»
- Perkenalkan 3 kata: padam, lilin, bayangan.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 2. Berhenti di halaman 2, saat Lulu menabrak kaki meja dan Milo berdiri tenang. Tanya: «Sari tidak bisa melihat dalam gelap. Menurut anak-anak, bagaimana Milo bisa menolongnya?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10. Jeda sebentar, lalu tanya: «Mengapa semua orang berkata "Yaaah!" saat lampu menyala lagi?»
- Mengaplikasi: «Bayangan di dinding»: tutup tirai, arahkan senter ke dinding. Anak bergiliran membuat bayangan tangan: kelinci, burung, anjing. Teman menebak. Tanya: «Kalau tangan dijauhkan dari senter, bayangannya jadi besar atau kecil?»
- Mengaplikasi: Gerak «Milo menuntun»: berpasangan. Satu anak memakai penutup mata, satu anak menjadi Milo yang berjalan di depan sambil berkata «meong, meong» pelan. Pasangan mengikuti suara sampai ke «laci» (kursi guru). Bertukar peran. Anak yang menunggu giliran mewarnai halaman 6 atau halaman 10.
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Apa yang terjadi di rumah Sari malam itu?», «Mengapa Milo tidak ikut panik dalam gelap?», «Apa yang mereka lakukan setelah lilin dinyalakan?», «Permainan apa yang bisa kamu mainkan tanpa listrik sama sekali?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak menyebutkan satu kegiatan keluarga Sari malam itu, bergiliran.
- Ulangi kata baru: padam, gelap gulita, menuntun, laci, lilin, bayangan.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu tanyakan kepada orang tua: di mana lilin dan senter disimpan di rumah kita?
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Menolong: anak menceritakan bahwa Milo mengeong dan menuntun Sari ke laci.
- Keselamatan: anak menyebutkan bahwa lilin dan korek api hanya dinyalakan orang dewasa.
- Kreativitas: anak membentuk satu bayangan tangan dan menyebut namanya.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat gerak «Milo menuntun».
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti membaca di halaman 6, sisanya diceritakan singkat. Satu ragam main saja («Bayangan di dinding»), refleksi dengan dua pertanyaan pertama.
- Ada anak yang takut gelap. Jangan matikan semua lampu kelas, cukup tutup tirai. Tekankan halaman 2: Milo tenang, dan orang tua ada di dekatnya.
- Lilin di halaman 4 dinyalakan Ibu, bukan Sari. Api hanya untuk orang dewasa.