Unduh di Google Play
Sampul cerita Milo dan Malam Tanpa Listrik

Milo dan Malam Tanpa Listrik

10 halaman1 menit 58 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Sedang asyik-asyiknya menonton, tiba-tiba semuanya padam. Lampu mati, kipas berhenti berputar, dan rumah menjadi gelap gulita.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Lulu menjerit kecil dan menabrak kaki meja. Milo berdiri tenang. Matanya mata kucing — dan mata kucing bisa melihat di dalam gelap.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

"Milo, kamu di mana?" panggil Sari. Milo mengeong supaya Sari tahu arahnya, lalu berjalan pelan menuntunnya sampai ke laci.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Di dalam laci ada lilin dan korek api. Ibu menyalakannya. Satu nyala kecil ternyata cukup untuk menerangi seluruh ruangan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Mereka duduk melingkar di lantai. "Enak juga begini," kata Sari pelan. Tanpa suara televisi, rumah terasa jauh lebih tenang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

"Lihat, ini kelinci," kata Ayah sambil membuat bayangan di dinding dengan tangannya. Milo menyerang bayangan itu, dan semua tertawa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Lalu Ibu bercerita tentang masa kecilnya, waktu di kampungnya belum ada listrik sama sekali. Milo duduk di pangkuan Sari dan mendengarkan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Dari luar terdengar tetangga tertawa juga. Malam itu seluruh kampung sedang duduk di teras masing-masing, memandang bintang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Tepat ketika cerita Ibu selesai, lampu menyala kembali. Semua orang berkata, "Yaaah!" Ternyata mereka sedang senang-senangnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Lilin itu tidak dibuang. Ia disimpan di laci untuk malam gelap berikutnya. Milo tidur di pangkuan Sari. Selamat tidur, Milo.

Tentang cerita ini

Cerita asli tentang Milo, bukan dongeng rakyat. Sedang asyik-asyiknya menonton, tiba-tiba semuanya padam: lampu mati, kipas berhenti, dan rumah menjadi gelap gulita.

Lulu menjerit kecil dan menabrak kaki meja, tetapi Milo berdiri tenang — matanya mata kucing, dan mata kucing bisa melihat di dalam gelap. Ia mengeong supaya Sari tahu arahnya, lalu menuntunnya sampai ke laci tempat lilin disimpan. Satu nyala kecil ternyata cukup untuk seluruh ruangan: ada bayangan kelinci di dinding, ada cerita Ibu tentang masa kecilnya, dan dari luar terdengar seluruh kampung duduk di teras memandang bintang. Ketika lampu menyala kembali, semua orang justru berkata «Yaaah!».

Cocok untuk usia 3–6 tahun, dan menenangkan bagi anak yang takut gelap. Sesudahnya bisa ditanyakan: permainan apa yang bisa kamu mainkan tanpa listrik sama sekali?

Untuk orang tua

Pesan moral

Gelap tidak menakutkan kalau kita bersama. Kadang justru saat semuanya padam, kita baru benar-benar saling memperhatikan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang terjadi di rumah Sari malam itu?
  2. Mengapa Milo tidak ikut panik dalam gelap?
  3. Apa yang mereka lakukan setelah lilin dinyalakan?
  4. Mengapa semua orang berkata "Yaaah!" ketika lampu menyala kembali?
  5. Permainan apa yang bisa kamu mainkan tanpa listrik sama sekali?

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.