Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Api dan keselamatan · Subtopik: Ingin tahu, lalu memperbaiki sendiri
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Maui dan Rahasia Api (mitos Oseania — Maori, 10 halaman, 4 menit)
- Dimensi profil lulusan: Penalaran Kritis, Kemandirian, Kesehatan
Tujuan pembelajaran
- Anak menceritakan kejahilan yang Maui lakukan pada api unggun desa.
- Anak menyebutkan di mana api bersembunyi sekarang dan cara memanggilnya keluar.
- Anak menyebutkan mengapa kuku api Maui padam dua kali di jalan.
- Anak menyebutkan satu hal yang sedang membuatnya penasaran.
Alat dan bahan
- Cerita Maui dan Rahasia Api: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 4 atau 10 (cetak sesuai jumlah anak).
- Dua batang kayu kering untuk setiap pasangan anak.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Di rumah kalian, siapa yang boleh menyalakan api untuk memasak? Kenapa begitu?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Maui memandang api unggun sampai malam. Apa yang sedang ia pikirkan, ya?»
- Perkenalkan 3 kata: unggun, bara, lereng.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 6. Berhenti sesudah halaman 6, saat Mahuika berkata apinya tinggal satu. Tanya: «Apa yang akan Mahuika lakukan dengan api terakhirnya?»
- Memahami: Lanjutkan halaman 7 sampai 10. Jeda, lalu tanya: «Kenapa Maui minta maaf kepada ibunya?»
- Mengaplikasi: «Menggosok dua kayu»: anak berpasangan menggosokkan dua batang kayu kering sampai telapak tangannya terasa hangat, tanpa api sungguhan. Tanya: «Di mana api bersembunyi sekarang, dan bagaimana cara memanggilnya keluar?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 10 (anak-anak memanggang ubi di dekat api unggun). Tanya: «Kenapa kuku api Maui padam dua kali di jalan?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Kejahilan apa yang Maui lakukan pada api unggun desa?», «Siapa Mahuika dan di mana ia tinggal?», «Apa yang membuatmu penasaran akhir-akhir ini? Bagaimana cara mencari tahunya tanpa merepotkan orang lain?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak bergiliran menyebut satu hal yang sedang membuatnya penasaran.
- Ulangi kata baru: unggun, bara, lereng, penasaran, percikan, kejahilan.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu tanyakan satu hal yang ingin kamu ketahui.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Kejahilan Maui: anak menyebut Maui menyiram semua api unggun desa.
- Rahasia api: anak menyebut api bersembunyi di dalam kayu dan keluar kalau digosok.
- Dua kali padam: anak menyebut yang pertama kena air, yang kedua ditiup kencang.
- Rasa ingin tahu: anak menyebut satu hal yang membuatnya penasaran.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat menggosok kayu.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di halaman 8, saat percikan muncul dan api menyala; lalu ceritakan: «Maui pulang membawa rahasia api, menyalakan api unggun untuk desanya, dan meminta maaf kepada ibunya.» Cukup satu ragam main («Menggosok dua kayu»); ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 6: «Kenapa kuku api Maui padam dua kali di jalan?»
- Maui dan Mahuika adalah tokoh cerita orang Maori zaman dulu; ini kisah lama, bukan pelajaran agama.
- Kalau anak cemas membayangkan desa tanpa api, katakan: «Desanya dingin hanya satu pagi; malamnya api unggun menyala lagi.»