← Kembali
Rencana kegiatan · RPPH

Kisah Roti Buaya

Usia 3–7 · 3 menit 10 detik · 9 halaman

Identitas

Tujuan pembelajaran

Alat dan bahan

Pembukaan (10 menit)

  1. Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
  2. Pertanyaan pemantik: «Pernahkah kalian dititipi barang teman? Bagaimana cara menjaganya sampai dikembalikan?»
  3. Tunjukkan gambar halaman 1: «Salim membuat roti di kampung tepi kali. Bau apa yang tercium di kampung setiap pagi?»
  4. Perkenalkan 3 kata: adonan, termenung, digurat.

Inti (40 menit)

  1. Memahami: Putar halaman 1 sampai 2. Berhenti sesudah halaman 2, saat Salim duduk termenung karena bunga cepat layu dan buah cepat habis. Tanya: «Menurut kalian, apa yang akan Salim bawa untuk Ipah?»
  2. Memahami: Lanjutkan halaman 3 sampai 9. Jeda, lalu tanya: «Apa yang ditaruh Salim di punggung roti buaya yang satu?»
  3. Mengaplikasi: «Titip dan jaga»: anak berpasangan. Satu menitipkan pensilnya dan berkata «Tolong jaga, ya»; temannya menjawab «Aku janji menjaganya sampai kita beres-beres», lalu menaruhnya di kotak. Semua titipan dikembalikan sebelum Penutup. Tanya: «Janjimu tadi apa?»
  4. Mengaplikasi: Mewarnai halaman 5 (sepasang roti buaya dengan roti buaya mungil di punggungnya). Sambil mewarnai, tanya: «Mengapa Salim memilih bentuk buaya untuk rotinya?»
  5. Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Apa arti roti buaya di pesta pengantin Betawi?», «Mengapa roti buaya disimpan dan tidak langsung dimakan?», «Janji apa yang pernah kamu ucapkan, dan bagaimana kamu menjaganya?»

Penutup (10 menit)

  1. Recalling: Bergiliran, anak menceritakan mengapa roti buaya disimpan, bukan langsung dimakan.
  2. Ulangi kata baru: adonan, termenung, digurat, menguleni, berbinar.
  3. Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu tepati satu janji kecil di rumah.
  4. Doa penutup dan salam.

Asesmen (observasi)

Catatan untuk guru