Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Binatang · Subtopik: Membalas kebaikan dan tidak iri hati
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Keong Emas (cerita rakyat Jawa, 10 halaman, 2 menit)
- Dimensi profil lulusan: Keimanan dan Ketakwaan, Kreativitas, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menyebutkan cara membalas kebaikan orang lain seperti Candra Kirana memasak untuk nenek.
- Anak menyebutkan satu hal yang bisa dilakukan saat merasa iri kepada saudara atau teman.
- Anak menceritakan kembali perjalanan keong emas dari sungai sampai rumah nenek dengan bantuan gambar.
- Anak memerankan nenek yang mengintip dan keong yang berubah menjadi gadis dengan gerakan sendiri.
Alat dan bahan
- Cerita Keong Emas: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 4 atau 6 (cetak sesuai jumlah anak).
- Kain atau selendang bekas sebagai jala untuk bermain peran.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Siapa yang pernah melihat keong di kebun atau sawah? Bagaimana cangkangnya?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Ada berapa putri di gambar ini?»
- Perkenalkan 3 kata: cangkang, jala, mengintip.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan cerita sampai halaman 5. Berhenti saat nenek menemukan masakan hangat padahal pintu terkunci. Tanya: «Menurut anak-anak, siapa yang memasak? Bagaimana caranya?» Dengarkan tebakan, lanjutkan sampai selesai, lalu diam sejenak.
- Mengaplikasi: Pilih 2 ragam main. (a) Bermain peran: anak menjadi nenek yang menebar jala (kain), anak lain meringkuk sebagai keong, lalu berdiri dan «memasak» saat nenek pergi; nenek mengintip. Bergantian. (b) Gerak keong hanyut: anak meringkuk dan bergulir pelan mengikuti «aliran sungai», berhenti saat guru bertepuk karena «tersangkut jala». (c) Mewarnai halaman 4: keong emas di jala nenek.
- Mengaplikasi: Saat anak bekerja, tanya: «Apa yang dirasakan nenek ketika melihat keong berubah?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas pertanyaan kartu: «Mengapa Dewi Galuh merasa iri kepada kakaknya?», «Apa yang dilakukan Candra Kirana untuk membalas kebaikan si nenek?», «Apa yang bisa kita lakukan kalau merasa iri kepada saudara atau teman?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: anak menyebutkan tiga tempat dalam cerita: istana, sungai, rumah nenek.
- Ulangi kata baru: cangkang, jala, mengintip, hanyut, menyamar.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu bantu satu pekerjaan di rumah.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Membalas kebaikan: anak menyebutkan satu cara membalas kebaikan dengan kata-katanya sendiri.
- Iri hati: anak menyebutkan satu hal yang dilakukan saat merasa iri.
- Menceritakan kembali: anak menyebutkan urutan sungai, jala, rumah nenek.
- Bermain peran: anak memerankan nenek atau keong dengan gerakan sendiri.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai) / catatan anekdot saat bermain peran.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): bacakan sampai halaman 7, lalu ceritakan singkat bahwa pangeran datang dan sihir hilang. Satu ragam main saja: gerak keong hanyut. Pertanyaan cukup «Siapa yang memasak untuk nenek?».
- Jangan menyebut Dewi Galuh anak jahat. Katakan ia merasa iri dan memilih cara yang salah.
- Kerajaan Daha ada di Kediri, Jawa Timur. Keong emas adalah siput yang hidup di sawah dan sungai.