Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Air dan musim · Subtopik: Berbagi saat air tinggal sedikit
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Kancil dan Musim Kemarau (cerita Kancil, 10 halaman, 4 menit)
- Dimensi profil lulusan: Penalaran Kritis, Kewargaan
Tujuan pembelajaran
- Anak menyebutkan petunjuk alam yang diikuti Kancil untuk menemukan air.
- Anak menyusun barisan hewan sesuai aturan Kancil: yang kecil lebih dulu.
- Anak menyebutkan satu caranya berbagi ketika sesuatu tinggal sedikit.
Alat dan bahan
- Cerita Kancil dan Musim Kemarau: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 6 atau 9 (cetak sesuai jumlah anak).
- Kartu capung dan kartu hewan; satu ember berisi air dan gelas.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Kalau air di rumah tinggal sedikit, apa yang kalian lakukan?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Rumput menguning dan tanah retak-retak. Sudah lama hujan tidak turun, ya?»
- Perkenalkan 3 kata: kemarau, genangan, capung.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 5. Berhenti sesudah halaman 5, saat semua menggali mengikuti aba-aba Kancil. Tanya: «Apa yang akan mereka temukan di bawah pasir?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10, lalu tanya: «Apa yang dilakukan hewan-hewan saat hujan turun?»
- Mengaplikasi: «Mengikuti petunjuk alam»: guru menempel kartu capung menuju ember berisi air. Anak berjalan mengikuti kartu sampai menemukan «mata air», lalu menyebutkan tiga petunjuk Kancil: capung, daun hijau, tanah lembap.
- Mengaplikasi: «Antre yang kecil dulu»: setiap anak memegang kartu hewan — semut, siput, burung, kerbau, gajah — lalu menyusun barisan sesuai aturan Kancil. Di depan, tiap anak berkata «Aku minum secukupnya» dan memberikan gelas kepada berikutnya.
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 6 (air menyembur dari batu) atau halaman 9 (hewan mandi hujan).
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Petunjuk alam apa yang diikuti Kancil untuk menemukan air?», «Apa aturan minum di mata air baru? Mengapa yang kecil lebih dulu?», «Bagaimana caramu berbagi ketika sesuatu tinggal sedikit?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak menyebutkan berurutan: sungai tinggal genangan, hewan berebut, Kancil mengikuti capung, semua menggali, air keluar.
- Ulangi kata baru: kemarau, genangan, mata air, capung, lembap, antre.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu tutup keran rapat sesudah mencuci tangan.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Petunjuk alam: anak menyebutkan capung, daun hijau, dan tanah lembap.
- Aturan antre: anak menyusun barisan hewan dengan yang kecil lebih dulu.
- Berbagi: anak menyebutkan satu caranya berbagi saat sesuatu tinggal sedikit.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di halaman 8, saat semua antre dengan tertib; ceritakan bahwa akhirnya hujan turun dan hewan-hewan mandi hujan sambil tertawa. Cukup satu ragam main («Antre yang kecil dulu»); tanyakan: «Siapa yang minum lebih dulu?»
- Halaman 2: Buaya menjaga air dengan galak. Perankan dengan kata-kata saja; di halaman 7 Buaya ikut aturan.
- Kalau anak bertanya di mana akal Kancil di sini, katakan: «Akalnya dipakai untuk membaca petunjuk alam dan membuat aturan adil, bukan untuk mengelabui. Semua pun kebagian air.»