← Kembali
Rencana kegiatan · RPPH

Awang Semaun dan Asal Brunei

Usia 3–7 · 2 menit 46 detik · 10 halaman

Identitas

Tujuan pembelajaran

Alat dan bahan

Pembukaan (10 menit)

  1. Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
  2. Pertanyaan pemantik: «Siapa yang pernah membangun rumah-rumahan dari balok bersama teman?»
  3. Tunjukkan gambar halaman 1: «Kampung ini sesak. Kalau rumah terlalu sempit, apa yang bisa dilakukan?»
  4. Perkenalkan 3 kata: kandas, muara, bakau.

Inti (40 menit)

  1. Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 4. Berhenti saat perahu meluncur lagi ke air dalam. Tanya: «Tempat seperti apa yang akan mereka temukan?»
  2. Memahami: Lanjutkan sampai halaman 6. Jeda: «Apa yang diseru Awang Semaun?» Lalu halaman 10.
  3. Mengaplikasi: «Perahu kandas»: anak duduk berbaris dan menghitung sampai empat belas. Aba-aba guru: mendayung (tangan mengayuh), «kandas!» (semua mendorong: satu, dua, tiga, hup!), «airnya manis!» (tersenyum), «Baru nah!» (semua berseru). Tanya: «Siapa yang memegang haluan seorang diri?»
  4. Mengaplikasi: «Membangun kampung air»: kelompok empat anak, kain biru sebagai sungai. Satu anak memimpin: tiang dulu, lantai di atasnya, lalu jembatan ke kelompok sebelah. Tanya: «Tugasmu apa? Mengapa rumahnya bertiang?»
  5. Mengaplikasi: Mewarnai halaman 7 atau 4. Tanya: «Anak-anak di kampung air belajar apa dulu?»
  6. Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Mengapa empat belas bersaudara itu pergi mencari tempat baru?», «Dari kata apa nama Brunei berasal menurut cerita ini?», «Bagaimana Awang Semaun menolong ketika perahu kandas?»

Penutup (10 menit)

  1. Recalling: Bergiliran, anak menyebutkan apa yang kelompoknya bangun dan tugasnya.
  2. Ulangi kata baru: kandas, muara, bakau, sesak, memanggul.
  3. Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu kerjakan satu hal bersama seisi rumah.
  4. Doa penutup dan salam.

Asesmen (observasi)

Catatan untuk guru