Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Gerak dan lomba · Subtopik: Menang atau kalah, tetap gembira
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Atalanta Si Pelari Cepat (mitos Yunani, 10 halaman, 4 menit)
- Dimensi profil lulusan: Kesehatan, Penalaran Kritis, Kemandirian
Tujuan pembelajaran
- Anak menceritakan kenapa Atalanta berlari sangat cepat.
- Anak menyebutkan berapa apel emas digelindingkan dan kenapa Atalanta berhenti.
- Anak berlari sampai garis dan bertepuk untuk temannya, menang atau kalah.
- Anak menyebutkan satu permainan yang ia sukai, menang ataupun kalah.
Alat dan bahan
- Cerita Atalanta Si Pelari Cepat: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 6 atau 10 (sesuai jumlah anak).
- Tiga bola kertas kuning sebagai apel emas, dua tali garis.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Siapa yang suka berlari? Apa rasanya kalau kalah?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Ini Atalanta berlari di hutan bersama rusa. Siapa yang lebih cepat, ya?»
- Perkenalkan 3 kata: menguncir, menggelindingkan, tikungan.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan sampai akhir halaman 5, saat Hippomenes mendaftar lomba membawa tiga apel emas. Tanya: «Menurut kalian, untuk apa apel itu?»
- Memahami: Lanjutkan halaman 6 sampai 10. Jeda, lalu tanya: «Apel ketiga dilempar ke mana?»
- Mengaplikasi: «Lomba tiga apel»: dua tali menjadi garis awal dan garis akhir. Anak berlari berpasangan; guru menggelindingkan bola kuning ke samping jalur, siapa pun boleh memungutnya. Di garis akhir semua bertepuk untuk yang menang dan yang kalah. Tanya: «Kenapa kita bertepuk juga untuk yang kalah?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 6 (apel emas pertama menggelinding, Atalanta menoleh). Tanya: «Berapa apel emas digelindingkan, dan kenapa Atalanta berhenti?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Kenapa Atalanta bisa berlari sangat cepat?», «Bagaimana Hippomenes bisa memenangkan lomba lari itu?», «Permainan apa yang paling kamu sukai, menang ataupun kalah?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak menyebut satu permainan yang ia sukai, menang atau kalah.
- Ulangi kata baru: menguncir, menggelindingkan, tikungan, kijang, garis akhir.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu berlomba lari kecil bersama saudara.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Pelari tercepat: anak menyebut Atalanta dibesarkan di hutan.
- Tiga apel: anak menyebut tiga apel dan rasa ingin tahu Atalanta.
- Menang dan kalah: anak berlari sampai garis lalu bertepuk untuk temannya.
- Permainan favorit: anak menyebut satu permainan yang ia sukai.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat ragam main.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di akhir halaman 8, saat Hippomenes menyentuh garis akhir; ceritakan: «Atalanta tertawa lepas memuji akalnya, dan sejak itu mereka berlomba setiap sore.» Cukup satu ragam main («Lomba tiga apel»); ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 6: «Berapa apel emas digelindingkan, dan kenapa Atalanta berhenti?»
- Syarat pernikahan tidak perlu dibahas: Atalanta lebih suka hutan daripada istana. Kalau anak cemas karena takut kalah, katakan: «Atalanta juga kalah dan tertawa; yang penting berlari gembira.»
- Aphrodite tokoh cerita orang Yunani dulu; ini kisah lama, bukan pelajaran agama.