← Kembali
Rencana kegiatan · RPPH

Asal Usul Ukiran Kamoro

Usia 3–7 · 3 menit 28 detik · 10 halaman

Identitas

Tujuan pembelajaran

Alat dan bahan

Pembukaan (10 menit)

  1. Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
  2. Pertanyaan pemantik: «Siapa yang pernah membuat sesuatu tetapi hasilnya belum bagus? Lalu apa yang kamu lakukan?»
  3. Tunjukkan gambar halaman 1: «Orang Kamoro sedang mengukir kayu. Gambar apa yang ada di kayu itu?»
  4. Perkenalkan 3 kata: ukiran, pahat, tekun.

Inti (40 menit)

  1. Memahami: Bacakan halaman 1–5. Berhenti di halaman 5, setelah tetua berkata siapa yang mau tekun bisa belajar menuliskan cerita pada kayu. Tanyakan: «Apakah pemuda itu mau belajar mengukir? Apakah ukirannya langsung bagus?»
  2. Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10, lalu tanyakan: «Apa yang akhirnya jadi dari kayu itu?»
  3. Mengaplikasi: pilih 1–2 ragam main. (a) Menggambar pola ukiran: anak mengamati daun, kulit kayu, atau riak air di ember, lalu menggambar garis berkelok seperti riak air dan akar bakau. Guru bertanya: «Garis ini mirip apa?» (b) Tepuk tifa: guru menepuk pola dum-dum-dum di ember terbalik, anak-anak menirukan dengan tepuk paha; anak bergantian memimpin. Sisa waktu: mewarnai halaman 7, lalu «membaca» ceritanya kepada teman.
  4. Merefleksi: bahas kartu diskusi: «Apa yang ditemukan pemuda itu di dasar sungai?», «Mengapa ukiran pertamanya belum bagus? Lalu apa yang ia lakukan?», «Kalau kamu bisa mengukir satu cerita, cerita apa yang ingin kamu ukir?»

Penutup (10 menit)

  1. Recalling: guru menunjukkan halaman 6 dan 7 berdampingan: «Mula-mula bagaimana, lalu bagaimana?»
  2. Ulangi kata baru: ukiran, pahat, tekun, bakau, tifa, maramowe.
  3. Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu cari benda berukir atau bermotif di rumah.
  4. Doa penutup dan salam.

Asesmen (observasi)

Catatan untuk guru

RPPH: Asal Usul Ukiran Kamoro — rencana kegiatan PAUD/TK | Cerita