Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Kendaraan (kapal laut) · Subtopik: Janji Anggun Nan Tongga
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Anggun Nan Tongga (cerita rakyat Sumatra Barat, 10 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Keimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menyebutkan janji Anggun kepada keluarga dan Gondoriah, lalu cara menepatinya.
- Anak memilih cara menang tanpa berkelahi saat bermain peran lomba layar, seperti Anggun.
- Anak menceritakan kembali urutan perjalanan Anggun: tiga paman, lomba layar, burung nuri.
- Anak menirukan gerak kapal saat ombak besar dan saat angin tenang sesuai aba-aba guru.
Alat dan bahan
- Cerita Anggun Nan Tongga: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 7 atau 9 (cetak sesuai jumlah anak).
- Kain untuk layar, kursi-kursi disusun jadi kapal.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Kalau ayah pergi jauh, oleh-oleh apa yang anak-anak minta? Pernahkah anak-anak berjanji?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Pemuda ini tinggal di mana? Apa yang tampak di belakangnya?»
- Perkenalkan 3 kata: oleh-oleh, bajak laut, karang.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1–6. Berhenti di halaman 6, saat Anggun menantang kepala bajak laut berlomba layar. Tanya: «Siapa yang akan menang? Mengapa Anggun tidak mengajak berkelahi?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10. Diam sebentar setelah halaman terakhir.
- Mengaplikasi: Pilih 2 dari 3 ragam main. (a) Gerak kapal: anak-anak berbaris di kursi, kain jadi layar. Aba-aba «ombak besar» bergoyang, «angin kencang» pegang layar erat, «angin tepat» melesat ke «karang». (b) Bermain peran lomba layar: dua kelompok jadi kapal Anggun dan kapal bajak laut, berlomba jalan cepat ke kursi «karang». Tanya: «Kalau kalah, bagaimana?» (c) Mewarnai halaman 7 atau 9.
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Apa janji Anggun Nan Tongga sejak kecil?», «Oleh-oleh apa yang dititipkan Gondoriah?», «Bagaimana Anggun membebaskan pamannya dari bajak laut?», «Mengapa menepati janji itu penting?». Tutup dengan pantun: «Layar terkembang di tengah laut, janji ditepati hati pun lembut.»
Penutup (10 menit)
- Recalling: anak-anak menyebutkan di mana tiga paman ditemukan.
- Ulangi kata baru: berpantun, tangkas, awak, karang.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu ucapkan satu janji kecil untuk besok.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Anak menyebutkan janji mencari paman dan membawa nuri, lalu cara menepatinya.
- Anak memilih lomba, bukan bertengkar, dan menerima hasil lomba dengan tenang.
- Anak menyebutkan tiga kejadian dalam urutan yang benar.
- Anak bergerak sesuai aba-aba ombak, angin, dan melesat.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai) / catatan anekdot saat bermain peran.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): bacakan sampai halaman 8, lalu ringkas: «Anggun pulang, Gondoriah senang mendapat nuri.» Pilih satu ragam main, gerak kapal. Pertanyaan cukup: «Siapa yang dicari Anggun?»
- Bajak laut jangan digambarkan seram. Anggun menang dengan membaca angin, bukan berkelahi, dan kepala bajak laut pun menepati janjinya.
- Pariaman adalah kota pesisir di Sumatra Barat, dekat Padang. Orang Minang gemar berpantun; burung nuri pandai menirukan suara.