

Halaman 1
Ada suara jatuh pelan di bawah pohon jambu. Milo mendekat dan menemukan seekor burung pipit kecil di rumput, sayapnya terkulai.

Halaman 2
Naluri Milo berkata: ini burung. Tetapi hatinya berkata sesuatu yang lain. Ia hanya duduk dan menatap.
Halaman 3
"Aku jatuh dari sarang," kata burung itu ketakutan. "Kamu akan memakanku, ya?" Milo menggeleng. "Aku sudah makan tadi pagi."
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Milo memanggil Sari. "Kita tolong dia," kata Sari. Ia membuat sarang dari kotak dan kain, lalu menaruh burung itu di tempat yang teduh.
Halaman 5
Setiap hari Milo menjaga kotak itu. Kucing tetangga datang dua kali, dan dua kali Milo berdiri di depan kotak sampai mereka pergi.
Halaman 6
Burung pipit itu diberi nama Cip. Setiap sore Cip mencoba mengepakkan sayapnya. Awalnya hanya bergetar, lalu bisa terangkat sedikit.
Halaman 7
Pada hari kesepuluh Cip terbang setinggi lutut Sari. "Ayo, sedikit lagi," bisik Milo. Pada hari kedua belas, Cip sampai ke pagar.
Halaman 8
Lalu tiba hari ketika Cip terbang ke dahan pohon jambu dan tidak turun lagi. "Terima kasih, Milo!" serunya dari atas sana.
Halaman 9
Milo duduk lama di bawah pohon. Hatinya senang dan sepi pada waktu yang sama. Menolong ternyata berarti juga merelakan.
Halaman 10
Setiap pagi setelah itu, ada suara cip-cip di jendela kamar. Milo tersenyum di dalam tidurnya. Selamat tidur, Milo.
Milo bukan tokoh dongeng rakyat: ia kucing oranye milik Cerita sendiri. Cerita ini dimulai dari hal yang paling sulit bagi seekor kucing — menemukan burung kecil yang jatuh dari sarang, dan tidak memakannya.
Naluri Milo berkata satu hal, hatinya berkata hal lain, dan ia hanya duduk menatap. Bersama Sari ia membuatkan sarang dari kotak dan kain untuk Cip si burung pipit, menjaganya dari kucing tetangga, dan setiap sore menemaninya melatih sayap: mula-mula hanya bergetar, lalu setinggi lutut, lalu sampai ke pagar. Sampai tiba hari ketika Cip terbang ke dahan pohon jambu dan tidak turun lagi.
Cocok untuk usia 3–6 tahun. Cerita yang lembut tentang merawat dan merelakan; sesudahnya bisa ditanyakan: mengapa hati Milo senang dan sepi pada waktu yang sama?
Menolong berarti juga merelakan. Kita merawat supaya yang lemah menjadi kuat — bukan supaya ia tinggal selamanya.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.