

Halaman 1
"Halo, teman-teman! Di sebuah pertanian yang damai, hiduplah seekor kucing oranye gemuk bernama Milo. Milo adalah kucing yang rajin. Tugas utamanya adalah menjaga lumbung gandum agar tetap aman dan bersih. Setiap hari, Milo berpatroli dengan bangga."

Halaman 2
"Suatu pagi, Milo terkejut. Di lantai lumbung, gandum emas berserakan di mana-mana. Karung-karung gandum favoritnya mulai rusak! 'Oh tidak, siapa yang melakukan ini?' tanya Milo panik."
Halaman 3
"Milo menunduk dan melihat jejak kaki kecil. Lalu, matanya tertuju pada celah papan lantai. Di sana, ujung ekor abu-abu panjang dan tipis terlihat menjuntai ke bawah. 'Aha! Pencuri gandum!' seru Milo serius."
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
"Milo tahu dia tidak bisa menangkapnya di siang hari. 'Aku akan menunggu sampai malam,' pikir Milo. Dia bersembunyi di belakang tumpukan besar karung gandum, hanya matanya yang hijau besar yang terlihat, mengawasi area terbuka di lantai."
Halaman 5
"Malam pun tiba. Keadaan lumbung sangat sunyi. Tiba-tiba, dari bayang-bayang di lantai, muncul seekor tikus abu-abu kecil. Tikus itu lincah dan membawa kantong kain kecil yang diikat di lehernya. Dia melompat menuju karung gandum yang rusak."
Halaman 6
"Milo terkejut melihat seberapa cepat tikus itu bekerja. Tikus itu menggerogoti lubang baru dan mengarahkan gandum yang tumpah ke kantong kain kecilnya. Pipinya kembung karena gandum. 'Hah! Dia menampung gandum di kantong itu!' Milo marah."
Halaman 7
"'Sekarang!' seru Milo dalam hati. Milo melompat tinggi dari tempat persembunyiannya. Tikus itu melihat Milo dan melarikan diri dengan panik melintasi lantai lumbung yang penuh gandum tumpah. Kantong kain di leher tikus bergoyang-goyang."
Halaman 8
"Milo terjebak dalam posisi yang canggung. Dia tergelincir dan meluncur melintasi lantai. Cakarnya berjuang mencari pegangan di atas tumpukan besar gandum yang tumpah. 'Oh tidak, gandum ini licin!' seru Milo kaget."
Halaman 9
"Milo bangkit dengan cepat. Dia teringat sapu tua di sudut lumbung. Milo berdiri tegak dan menggunakan kaki depannya untuk memegang gagang sapu. Dia memutar sapu dan memposisikannya untuk menjepit tikus di sudut yang sempit. Tikus itu terjebak!"
Halaman 10
"Milo menatap tikus itu dengan serius. Sapu tua masih terjepit di antara mereka. Tikus abu-abu kecil itu, yang terjepit di antara sapu dan dinding, mengangkat kedua cakar yang kecil dalam pose menyerah. 'Tolong jangan makan aku!' cicitnya ketakutan."
Halaman 11
"'Aku tidak akan memakanmu,' kata Milo tenang. 'Tapi kamu harus mengembalikan semua gandum ini.' Tikus itu mengangguk patuh. Dia mulai menuangkan gandum emas dari kantong kecilnya kembali ke karung gandum yang rusak. Milo mengawasi dengan santai."
Halaman 12
"Setelah semua gandum kembali, Milo dan tikus abu-abu kecil bekerja sama membersihkan lumbung. Lumbung pun kembali bersih dan rapi. Mereka berdua tersenyum ramah satu sama lain. Kini, gandum aman, dan Milo punya teman bermain baru!"
Cerita asli tentang Milo, kucing oranye yang kami tulis untuk Cerita — bukan dongeng rakyat. Latarnya sebuah pertanian, dan tugas Milo sederhana: menjaga lumbung gandum.
Suatu pagi gandum berserakan dan jejak kaki kecil membawa Milo pada seekor tikus abu-abu. Yang menarik justru bagian setelah Milo berhasil menangkapnya. Milo tidak memakan si tikus; ia meminta gandumnya dikembalikan, dan setelah itu mereka membereskan lumbung bersama-sama. Akhirnya bukan hukuman, melainkan kesalahan yang diperbaiki.
Cocok untuk usia 3–6 tahun. Cerita yang enak dipakai ketika di rumah sedang ada urusan «mengaku salah»: tanyakan pada anak, apa yang membuat si tikus akhirnya mau mengembalikan gandum?
Mengambil milik orang lain itu salah. Kalau sudah terlanjur berbuat salah, akui dan perbaiki — dan seperti Milo, kita bisa memaafkan teman yang mau memperbaiki kesalahannya.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.