

Halaman 1
"Halo, teman-teman! Kenalkan, ini Milo. Milo adalah kucing kecil berwarna oranye yang sangat manis. Tapi sayangnya, Milo tidak punya rumah. Ia tinggal di dalam kardus tua yang dingin…."

Halaman 2
"Hari ini, Milo membuat keputusan yang berani. Ia mengemas barang-barangnya dalam saputangan kecil. 'Aku akan berpetualang dan mencari keluarga yang menyayangiku!' kata Milo dengan semangat."
Halaman 3
"Di taman, Milo bertemu dengan Barnie, anjing pelacak yang baik hati. 'Guk! Guk! Pergilah ke seberang bukit, Milo. Di sana ada desa yang penduduknya sangat menyukai kucing,' kata Barnie."
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
"Milo pun melanjutkan perjalanannya. Ia melangkah dengan hati-hati melewati jembatan kayu tua. Suara gemericik air sungai bernyanyi mengiringi langkah kaki Milo yang mungil."
Halaman 5
"Hup! Hup! Di padang rumput yang luas, Milo melihat seekor kupu-kupu yang sangat cantik. Ia lupa sejenak akan rasa lelahnya dan asyik bermain bersama kupu-kupu itu."
Halaman 6
"Tiba-tiba... tik.. tik.. tik.. Hujan turun dari langit! Wah, Milo harus cepat-cepat mencari tempat berteduh. Untung saja ada daun talas yang lebar untuk melindunginya dari hujan."
Halaman 7
"'Kwak! Kwak! Boleh aku ikut berteduh?' tanya Kiko si Katak. Milo tersenyum ramah dan menggeser duduknya. Di tengah hujan, Milo mendapatkan teman baru."
Halaman 8
"Hore! Hujannya sudah reda. Lihat ke atas, teman-teman! Ada pelangi yang indah sekali. Pelangi itu seolah-olah menunjuk jalan menuju desa yang diceritakan oleh Barnie."
Halaman 9
"Milo mengikuti arah pelangi dan sampailah ia di sebuah desa. Ia berhenti di depan rumah berpagar putih. Bunga-bunga matahari di halamannya seolah tersenyum menyambut Milo."
Halaman 10
"Milo memberanikan diri masuk ke teras. Wah, apa itu? Ada mangkuk merah muda berisi susu yang hangat! Perut Milo kebetulan sedang bernyanyi karena lapar. Nyam.. nyam.. enak sekali!"
Halaman 11
"Kriet... Pintu rumah tiba-tiba terbuka. Seorang anak perempuan yang manis keluar dan terkejut bahagia. 'Wah, kucing yang lucu! Apakah kamu mau jadi sahabatku?' tanyanya dengan suara lembut."
Halaman 12
"Milo menggosokkan kepalanya ke tangan anak itu sambil mendengkur pelan. Akhirnya, perjalanan Milo selesai. Ia kini memiliki rumah yang hangat dan keluarga yang menyayanginya. Selamat tidur, Milo sayang."
Milo bukan tokoh cerita rakyat. Ia kucing oranye yang kami tulis sendiri untuk Cerita, supaya di rak ada juga kisah sehari-hari — tanpa raksasa, tanpa kutukan — yang aman didengarkan anak paling kecil menjelang tidur.
Di cerita ini Milo belum punya rumah dan memutuskan mencarinya sendiri. Sepanjang jalan ia bertemu Barnie si anjing yang menunjukkan arah, kehujanan dan berteduh di bawah daun besar, berbagi tempat berteduh dengan Kiko si katak, lalu mengikuti pelangi sampai ke sebuah rumah berpagar putih. Rumah pada akhirnya ternyata bukan bangunan, melainkan seseorang yang menunggu.
Cocok untuk usia 3–6 tahun, termasuk anak yang belum tahan cerita panjang: tiap halaman berdiri sendiri dan tidak ada bagian yang menakutkan. Sesudahnya bisa ditanyakan: siapa saja yang menolong Milo di jalan?
Jangan menyerah dengan keadaanmu sekarang — hal baik akan terjadi jika kita selalu berusaha. Keberanian Milo dan kebaikan teman-teman di perjalanan membawanya sampai ke rumah yang hangat.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.