

Halaman 1
Di sebuah rumah yang nyaman, hiduplah Milo, seekor kucing oranye yang gembira. Milo baru saja bangun tidur dan ingin sekali bermain dengan bola merah kesayangannya. Tapi, di mana bola itu?

Halaman 2
Milo mencari di bawah tempat tidur. "Meow? Tidak ada." Milo mencari di balik tirai. "Meow? Juga tidak ada." Milo mulai merasa sedih. Ke mana perginya bola merah itu?
Halaman 3
Milo berjalan ke luar rumah. Matahari bersinar cerah di taman yang luas. "Mungkin bolaku menggelinding ke sini," pikir Milo. Taman itu penuh dengan bunga berwarna-warni dan pohon-pohon yang rindang.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Di dekat semak-semak, Milo bertemu dengan Pip, si mencit abu-abu yang lincah. "Hai Pip! Apakah kamu melihat bola merahku?" tanya Milo. Pip menggeleng. "Tidak, Milo. Tapi aku bisa membantumu mencarinya!"
Halaman 5
Milo dan Pip berjalan bersama menyusuri jalan setapak. Mereka bertekad menemukan bola Milo. Matahari sore yang hangat menyinari petualangan mereka di taman yang indah ini.
Halaman 6
Mereka sampai di kotak pasir. Milo mengendus-endus di sudut. Pip memanjat kastil pasir merah. "Meow? Tidak ada di sini," kata Milo. "Di sini juga tidak ada, Milo!" cicit Pip.
Halaman 7
Mereka kemudian berjalan ke tepi kolam yang tenang. Milo melihat bayangannya di air. Pip berdiri di atas kepala Milo. Air kolam itu berkilau terkena cahaya matahari, tapi bola merah itu tidak terlihat.
Halaman 8
Pencarian berlanjut ke pohon ek yang sangat besar. Milo memeriksa di antara akar-akar yang kuat. Pip mengintip ke dalam lubang kecil di batang pohon. Gelap dan dalam, tapi tidak ada bola di sana.
Halaman 9
Hari mulai sore. Milo dan Pip beristirahat di bawah pohon ek. Milo merasa putus asa. "Mungkin bolaku benar-benar hilang," desah Milo sedih. Pip mengusap cakar Milo untuk menghiburnya.
Halaman 10
Tiba-tiba, Milo melihat sesuatu yang berkilau di dekat petak bunga. Itu warna merah! "Lihat, Pip! Apa itu?" Milo mendekat dengan hati-hati. Harapan Milo kembali muncul.
Halaman 11
"Hore! Itu bolaku!" teriak Milo gembira. Bola merah itu terselip di bawah daun besar. Milo memeluk bolanya dengan erat. Pip ikut melompat senang. Akhirnya ketemu!
Halaman 12
Milo dan Pip bermain bola bersama di bawah cahaya matahari terbenam yang keemasan. Mereka sangat bahagia. Milo bersyukur memiliki teman yang baik seperti Pip. Petualangan hari ini berakhir dengan indah.
Cerita asli tentang Milo, bukan dongeng rakyat: kami menulisnya untuk Cerita sebagai kisah sehari-hari yang tenang, tanpa tokoh jahat sama sekali.
Bola merah kesayangan Milo hilang. Ia mencari di bawah tempat tidur, di balik tirai, lalu ke taman — dan di sana bertemu Pip, si mencit yang ikut mencari bersamanya. Mereka menyusuri kotak pasir, tepi kolam, dan pohon ek besar sampai hari mulai sore dan Milo hampir menyerah. Bolanya ketemu di dekat petak bunga, dan hari itu ditutup dengan bermain bersama.
Cocok untuk usia 3–6 tahun. Cerita pendek tentang mencari dengan sabar dan ditemani teman; sesudahnya bisa ditanyakan, apa yang Milo ucapkan kepada Pip di akhir cerita.
Teman yang baik saling membantu dan tidak mudah menyerah. Bersama teman, masalah terasa lebih ringan — dan jangan lupa berterima kasih atas bantuan mereka.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.