Unduh di Google Play
Sampul cerita Milo di Perpustakaan

Milo di Perpustakaan

10 halaman1 menit 54 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Sari membawa Milo ke perpustakaan kecil di ujung jalan. "Di dalam kita harus tenang," bisiknya. "Semua orang sedang membaca."

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Di dalam, rak-rak buku berdiri tinggi sampai ke langit-langit. Baunya kertas dan kayu. Semua suara terdengar sangat pelan di sana.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Milo berjalan di antara rak dengan langkah paling halus yang ia punya. Bahkan cakarnya pun ia tarik masuk ke dalam.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Seorang anak duduk sendirian di sudut dengan buku besar di pangkuannya. Wajahnya sedih. Ia membaca kalimat yang sama berkali-kali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Milo mendekat dan duduk di sampingnya. Anak itu terkejut, lalu tersenyum kecil dan mulai membaca dengan suara pelan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

"Ka-ki... ku-cing... ber-war-na... o-ran-ye," ejanya. Milo mengangkat kaki depannya yang oranye. Anak itu tertawa tertahan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Halaman demi halaman, bacanya makin lancar. Milo tetap duduk di sana tanpa bergerak, seperti bantal yang sangat sabar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Ketika buku itu habis, anak itu menutupnya dan menghela napas panjang. "Ternyata aku bisa," katanya pelan kepada dirinya sendiri.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Ibu penjaga perpustakaan membelai kepala Milo. "Kucing ini pendengar yang baik," katanya sambil tersenyum.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Di rumah, Sari membacakan satu cerita untuk Milo sebelum tidur. Milo mendengarkan sampai matanya tidak mau terbuka lagi. Selamat tidur, Milo.

Tentang cerita ini

Milo bukan tokoh dongeng rakyat — ia kucing oranye milik Cerita sendiri. Kali ini Sari membawanya ke perpustakaan kecil di ujung jalan, tempat semua suara terdengar sangat pelan dan baunya kertas dan kayu.

Milo berjalan di antara rak dengan langkah paling halus yang ia punya, bahkan cakarnya pun ia tarik masuk. Di sudut ada seorang anak yang duduk sendirian dengan buku besar di pangkuannya, membaca kalimat yang sama berkali-kali. Milo tidak memberi nasihat apa-apa: ia hanya duduk di sampingnya dan tidak bergerak, seperti bantal yang sangat sabar — dan halaman demi halaman, bacaan anak itu makin lancar.

Cocok untuk usia 3–6 tahun, terutama untuk anak yang sedang belajar membaca. Sesudahnya bisa ditanyakan: siapa yang biasanya mendengarkan kamu bercerita atau membaca?

Untuk orang tua

Pesan moral

Menemani dengan tenang juga sebuah pertolongan. Kadang orang tidak butuh nasihat — ia hanya butuh seseorang yang mau duduk dan mendengarkan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa semua orang harus tenang di perpustakaan?
  2. Mengapa Milo menarik cakarnya ke dalam saat berjalan?
  3. Apa yang membuat anak di sudut itu terlihat sedih?
  4. Apa yang berubah setelah Milo duduk di sampingnya?
  5. Siapa yang biasanya mendengarkan kamu bercerita atau membaca?

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.