

Halaman 1
Untuk pertama kalinya Milo melihat laut. Airnya bergerak maju dan mundur tanpa henti, dan suaranya seperti napas yang sangat besar.

Halaman 2
Pasirnya hangat dan halus. Milo berjalan dan meninggalkan jejak-jejak kecil di belakangnya. Lalu ombak datang dan menghapus semuanya.
Halaman 3
"Ombak memang suka menghapus," kata Sari sambil tertawa. Milo mencoba lagi. Ombak menghapus lagi. Ternyata itu permainan yang seru.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Mereka mengumpulkan kerang: yang putih, yang ungu, yang bergaris seperti kue lapis. "Yang ini paling cantik," kata Sari.
Halaman 5
Lalu Milo menemukan sesuatu yang bukan kerang. Sebuah kantong plastik tersangkut di batu, bergerak-gerak seperti ubur-ubur.
Halaman 6
Di dekatnya ada botol, sedotan, dan bungkus makanan. Pantai yang indah itu ternyata punya sudut yang kotor sekali.
Halaman 7
"Ayo kita bersihkan," kata Sari. Ia mengambil kantong besar. Milo membawa sampah kecil satu per satu dengan mulutnya ke dalam kantong.
Halaman 8
"Aku bantu!" seru seorang anak. Lalu dua anak lagi ikut. Sore itu sudut pantai yang kotor menjadi bersih kembali.
Halaman 9
Matahari turun ke laut dan langit berubah oranye, sewarna bulu Milo. Ombak masih datang dan pergi, sabar sekali.
Halaman 10
Di rumah, kerang bergaris itu diletakkan di rak. Milo tidur dengan sisa pasir yang masih terselip di sela cakarnya. Selamat tidur, Milo.
Milo bukan tokoh cerita rakyat — kami menulisnya sendiri untuk Cerita. Di cerita ini ia melihat laut untuk pertama kalinya: air yang bergerak maju dan mundur tanpa henti, dengan suara seperti napas yang sangat besar.
Pasirnya hangat, jejak kakinya dihapus ombak berkali-kali sampai jadi permainan, dan kerang-kerangnya ada yang putih, ungu, dan bergaris seperti kue lapis. Lalu Milo menemukan sesuatu yang bukan kerang: kantong plastik yang tersangkut di batu dan bergerak-gerak seperti ubur-ubur, lalu botol, sedotan, dan bungkus makanan di sudut pantai yang indah itu. Sari mengambil kantong besar, Milo membawa sampah satu per satu dengan mulutnya, dan tiga anak lain ikut menolong.
Cocok untuk usia 3–6 tahun. Sesudahnya bisa ditanyakan: apa yang bisa kamu lakukan supaya tempat bermainmu tetap bersih?
Tempat yang indah tetap indah kalau kita menjaganya. Membersihkan sampah bukan tugas orang lain — satu tangan kecil pun sudah menolong.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.