Unduh di Google Play
Sampul cerita Milo di Pantai

Milo di Pantai

10 halaman1 menit 57 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Untuk pertama kalinya Milo melihat laut. Airnya bergerak maju dan mundur tanpa henti, dan suaranya seperti napas yang sangat besar.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Pasirnya hangat dan halus. Milo berjalan dan meninggalkan jejak-jejak kecil di belakangnya. Lalu ombak datang dan menghapus semuanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

"Ombak memang suka menghapus," kata Sari sambil tertawa. Milo mencoba lagi. Ombak menghapus lagi. Ternyata itu permainan yang seru.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Mereka mengumpulkan kerang: yang putih, yang ungu, yang bergaris seperti kue lapis. "Yang ini paling cantik," kata Sari.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Lalu Milo menemukan sesuatu yang bukan kerang. Sebuah kantong plastik tersangkut di batu, bergerak-gerak seperti ubur-ubur.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Di dekatnya ada botol, sedotan, dan bungkus makanan. Pantai yang indah itu ternyata punya sudut yang kotor sekali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

"Ayo kita bersihkan," kata Sari. Ia mengambil kantong besar. Milo membawa sampah kecil satu per satu dengan mulutnya ke dalam kantong.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

"Aku bantu!" seru seorang anak. Lalu dua anak lagi ikut. Sore itu sudut pantai yang kotor menjadi bersih kembali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Matahari turun ke laut dan langit berubah oranye, sewarna bulu Milo. Ombak masih datang dan pergi, sabar sekali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Di rumah, kerang bergaris itu diletakkan di rak. Milo tidur dengan sisa pasir yang masih terselip di sela cakarnya. Selamat tidur, Milo.

Tentang cerita ini

Milo bukan tokoh cerita rakyat — kami menulisnya sendiri untuk Cerita. Di cerita ini ia melihat laut untuk pertama kalinya: air yang bergerak maju dan mundur tanpa henti, dengan suara seperti napas yang sangat besar.

Pasirnya hangat, jejak kakinya dihapus ombak berkali-kali sampai jadi permainan, dan kerang-kerangnya ada yang putih, ungu, dan bergaris seperti kue lapis. Lalu Milo menemukan sesuatu yang bukan kerang: kantong plastik yang tersangkut di batu dan bergerak-gerak seperti ubur-ubur, lalu botol, sedotan, dan bungkus makanan di sudut pantai yang indah itu. Sari mengambil kantong besar, Milo membawa sampah satu per satu dengan mulutnya, dan tiga anak lain ikut menolong.

Cocok untuk usia 3–6 tahun. Sesudahnya bisa ditanyakan: apa yang bisa kamu lakukan supaya tempat bermainmu tetap bersih?

Untuk orang tua

Pesan moral

Tempat yang indah tetap indah kalau kita menjaganya. Membersihkan sampah bukan tugas orang lain — satu tangan kecil pun sudah menolong.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang Milo rasakan ketika pertama kali melihat laut?
  2. Mengapa jejak kaki Milo di pasir terus hilang?
  3. Benda apa yang Milo kira ubur-ubur?
  4. Siapa saja yang akhirnya ikut membersihkan pantai?
  5. Apa yang bisa kamu lakukan supaya tempat bermainmu tetap bersih?

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.