

Halaman 1
Rumah sebelah yang lama kosong akhirnya ditempati. Dari balik pagar terdengar gonggongan keras sekali. Milo langsung naik ke atap.

Halaman 2
Anjing itu besar dan hitam. Gonggongannya membuat kaca bergetar. Milo berkata dalam hati, "Aku tidak akan pernah turun ke halaman lagi."
Halaman 3
"Namanya Gogo," kata Pip. "Aku sudah lihat dari dekat." Milo terkejut. "Kamu tidak takut?" "Takut," jawab Pip. "Tapi aku tetap lihat."
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Selama tiga hari Milo hanya lewat di atas atap. Dari sana ia melihat Gogo berlari, menggali, lalu duduk sendirian menatap pagar.
Halaman 5
Hari keempat hujan turun. Milo melihat Gogo berdiri kehujanan di depan pintu yang tertutup. Ia menggonggong, tetapi tidak ada yang membuka.
Halaman 6
Dari atas atap, gonggongan itu terdengar berbeda. Bukan galak. Kesepian.
Halaman 7
Milo turun dari atap. Kakinya gemetar sedikit. Ia berjalan sampai ke pagar, lalu mengeong satu kali, pelan sekali.
Halaman 8
Gogo menoleh. Ekornya mulai bergerak. "Kamu... mau main?" tanyanya dengan suara besar yang malu-malu.
Halaman 9
Mereka bermain kejar-kejaran di dua sisi pagar sampai hujan berhenti. "Sampai besok, ya!" seru Gogo. Suaranya ternyata bisa terdengar gembira.
Halaman 10
Malam itu Milo tidur di dekat jendela yang menghadap rumah sebelah. Besok ia akan ke sana lagi. Selamat tidur, Milo.
Milo bukan tokoh dongeng rakyat — kami menulisnya sendiri untuk Cerita. Di cerita ini rumah sebelah yang lama kosong akhirnya ditempati, dan dari balik pagar terdengar gonggongan yang membuat kaca bergetar.
Milo naik ke atap dan bersumpah tidak akan turun lagi. Selama tiga hari ia mengamati Gogo dari atas sana: berlari, menggali, lalu duduk sendirian menatap pagar. Hari keempat hujan turun, Gogo berdiri kehujanan di depan pintu yang tertutup, dan gonggongannya terdengar berbeda — bukan galak, melainkan kesepian. Kaki Milo gemetar sedikit ketika ia turun ke pagar dan mengeong satu kali.
Cocok untuk usia 3–6 tahun, terutama untuk anak yang takut pada anjing atau pada tetangga baru. Sesudahnya bisa ditanyakan: pernahkah kamu salah menilai seseorang sebelum mengenalnya?
Suara yang keras belum tentu tanda galak. Sebelum memutuskan seseorang menakutkan, lihatlah dulu dari dekat.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.