Unduh di Google Play
Sampul cerita Milo dan Bulan

Milo dan Bulan

10 halaman1 menit 50 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Malam itu bulan sangat besar dan bulat, tergantung rendah tepat di atas atap. Milo yakin bulan itu bisa digapai kalau ia naik cukup tinggi.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Ia naik ke pagar. "Sedikit lagi," katanya. Ia naik ke atap gudang. Bulan tetap di atas, tidak bertambah dekat sedikit pun.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

"Kamu mau apa, Milo?" tanya Pip dari bawah. "Aku mau bulan," jawab Milo. "Untuk Sari. Dia suka benda yang bulat dan bersinar."

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Milo mencoba dari dahan pohon mangga yang paling tinggi. Dari sana bulan justru terlihat lebih jauh, dan angin terasa dingin sekali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Ia turun dengan kecewa. Lalu ia lewat di dekat bak air di halaman, dan berhenti mendadak.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Di dalam bak air itu ada bulan. Bulat, putih, dan diam, seolah-olah sedang menunggu untuk diambil.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Milo memasukkan cakarnya pelan-pelan. Bulan itu pecah menjadi seribu keping cahaya. Ia menarik cakarnya kembali, dan bulan utuh lagi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

"Lihat, Sari!" Milo memanggil. Mereka duduk berdua di tepi bak, memandangi bulan yang mengambang tenang di dalam air.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

"Kita tidak bisa memilikinya," kata Sari pelan. "Tapi kita bisa melihatnya bersama-sama. Itu sudah cukup, kan?"

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Milo tidur di jendela malam itu, dengan cahaya bulan jatuh tepat di punggungnya. Bulan mengantar semua orang tidur. Selamat tidur, Milo.

Tentang cerita ini

Cerita asli tentang Milo, kucing oranye yang kami tulis untuk Cerita. Malam itu bulan sangat besar dan bulat, tergantung rendah tepat di atas atap — dan Milo yakin bulan bisa digapai kalau ia naik cukup tinggi.

Ia mencoba dari pagar, dari atap gudang, lalu dari dahan pohon mangga yang paling tinggi; dari sana bulan justru terlihat lebih jauh dan angin terasa dingin sekali. Ia turun dengan kecewa, lewat di dekat bak air di halaman, dan berhenti mendadak: di dalam bak itu ada bulan, bulat dan putih, seolah-olah sedang menunggu untuk diambil. Yang terjadi ketika cakarnya masuk ke air adalah bagian paling bagus dari cerita ini.

Cocok untuk usia 3–6 tahun sebagai cerita penutup hari. Sesudahnya bisa ditanyakan: apa hal indah yang paling kamu suka lihat bersama keluargamu?

Untuk orang tua

Pesan moral

Ada hal-hal indah yang tidak bisa kita miliki, tetapi bisa kita nikmati bersama. Menikmati berdua sudah lebih dari cukup.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa Milo ingin mengambil bulan?
  2. Dari tempat mana saja Milo mencoba menggapainya?
  3. Apa yang Milo temukan di dalam bak air?
  4. Apa yang terjadi ketika Milo memasukkan cakarnya ke air?
  5. Apa hal indah yang paling kamu suka lihat bersama keluargamu?

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.