

Halaman 1
Hari Minggu pagi, dapur berbau bawang dan santan. Ibu sedang memasak, dan Milo ingin sekali ikut membantu.

Halaman 2
"Dapur bukan tempat kucing," kata Ibu. "Kompor itu panas sekali." Milo menunduk. Tetapi Sari punya ide yang lebih baik.
Halaman 3
Sari menaruh meja kecil di teras. "Kita masak di sini saja," katanya. "Masakan yang tidak perlu api sama sekali."
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Mereka membuat salad buah. Sari memotong pisang, pepaya, dan semangka. Tugas Milo adalah menjaga supaya tidak ada yang menggelinding jatuh.
Halaman 5
Satu potong semangka lolos dan meluncur ke tepi meja. Milo menangkapnya dengan dua kaki depan, tepat sebelum jatuh. Selamat!
Halaman 6
Lulu mencoba membantu juga, tetapi malah menumpahkan seluruh mangkuk kelapa parut. "Maaf, maaf!" cicitnya. Lantai teras jadi putih semua.
Halaman 7
Milo hampir marah. Lalu ia teringat waktu ia sendiri menjatuhkan stroberi ulang tahun. Ia hanya mengibaskan ekor dan mulai membereskan.
Halaman 8
Salad buah itu jadi juga. Warnanya kuning, oranye, merah, dan hijau — seperti pelangi kecil di dalam mangkuk.
Halaman 9
"Ini masakan pertamamu, Milo," kata Sari sambil menaruh sepotong pepaya di piring kecilnya. Milo memakannya sampai habis.
Halaman 10
Malam itu perut Milo penuh dan hatinya senang. Besok kami akan memasak lagi, pikirnya, sebelum akhirnya tertidur. Selamat tidur, Milo.
Milo bukan tokoh cerita rakyat: kami menulisnya untuk Cerita sebagai kisah sehari-hari yang tenang. Hari Minggu pagi dapur berbau bawang dan santan, dan Milo ingin sekali ikut membantu.
«Dapur bukan tempat kucing,» kata Ibu, «kompor itu panas sekali.» Sari punya ide yang lebih baik: meja kecil di teras, dan masakan yang tidak perlu api sama sekali. Mereka membuat salad buah — tugas Milo menjaga supaya tidak ada potongan yang menggelinding jatuh, dan satu potong semangka memang hampir lolos. Lalu Lulu menumpahkan seluruh mangkuk kelapa parut, dan Milo hampir marah, sampai ia teringat stroberi ulang tahun yang dulu ia jatuhkan sendiri.
Cocok untuk usia 3–6 tahun, dan cocok dibaca sebelum memasak bersama di rumah. Sesudahnya bisa ditanyakan: masakan sederhana apa yang ingin kamu buat bersama keluargamu?
Semua orang pernah menjatuhkan sesuatu ketika sedang belajar. Karena kita pernah salah, kita jadi tahu cara memaafkan teman yang salah.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.