Unduh di Google Play
Sampul cerita Milo Belajar Memasak

Milo Belajar Memasak

10 halaman1 menit 56 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Hari Minggu pagi, dapur berbau bawang dan santan. Ibu sedang memasak, dan Milo ingin sekali ikut membantu.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

"Dapur bukan tempat kucing," kata Ibu. "Kompor itu panas sekali." Milo menunduk. Tetapi Sari punya ide yang lebih baik.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Sari menaruh meja kecil di teras. "Kita masak di sini saja," katanya. "Masakan yang tidak perlu api sama sekali."

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Mereka membuat salad buah. Sari memotong pisang, pepaya, dan semangka. Tugas Milo adalah menjaga supaya tidak ada yang menggelinding jatuh.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Satu potong semangka lolos dan meluncur ke tepi meja. Milo menangkapnya dengan dua kaki depan, tepat sebelum jatuh. Selamat!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Lulu mencoba membantu juga, tetapi malah menumpahkan seluruh mangkuk kelapa parut. "Maaf, maaf!" cicitnya. Lantai teras jadi putih semua.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Milo hampir marah. Lalu ia teringat waktu ia sendiri menjatuhkan stroberi ulang tahun. Ia hanya mengibaskan ekor dan mulai membereskan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Salad buah itu jadi juga. Warnanya kuning, oranye, merah, dan hijau — seperti pelangi kecil di dalam mangkuk.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

"Ini masakan pertamamu, Milo," kata Sari sambil menaruh sepotong pepaya di piring kecilnya. Milo memakannya sampai habis.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam itu perut Milo penuh dan hatinya senang. Besok kami akan memasak lagi, pikirnya, sebelum akhirnya tertidur. Selamat tidur, Milo.

Tentang cerita ini

Milo bukan tokoh cerita rakyat: kami menulisnya untuk Cerita sebagai kisah sehari-hari yang tenang. Hari Minggu pagi dapur berbau bawang dan santan, dan Milo ingin sekali ikut membantu.

«Dapur bukan tempat kucing,» kata Ibu, «kompor itu panas sekali.» Sari punya ide yang lebih baik: meja kecil di teras, dan masakan yang tidak perlu api sama sekali. Mereka membuat salad buah — tugas Milo menjaga supaya tidak ada potongan yang menggelinding jatuh, dan satu potong semangka memang hampir lolos. Lalu Lulu menumpahkan seluruh mangkuk kelapa parut, dan Milo hampir marah, sampai ia teringat stroberi ulang tahun yang dulu ia jatuhkan sendiri.

Cocok untuk usia 3–6 tahun, dan cocok dibaca sebelum memasak bersama di rumah. Sesudahnya bisa ditanyakan: masakan sederhana apa yang ingin kamu buat bersama keluargamu?

Untuk orang tua

Pesan moral

Semua orang pernah menjatuhkan sesuatu ketika sedang belajar. Karena kita pernah salah, kita jadi tahu cara memaafkan teman yang salah.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa Ibu tidak mengizinkan Milo membantu di dapur?
  2. Masakan apa yang mereka buat di teras, dan mengapa tidak perlu api?
  3. Apa tugas Milo saat mereka membuat salad buah?
  4. Apa yang Milo ingat ketika Lulu menumpahkan kelapa parut?
  5. Masakan sederhana apa yang ingin kamu buat bersama keluargamu?

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.