

Halaman 1
Raja Eurystheus berseru dari dalam gentong perunggunya: «Tugas kesepuluh! Bawakan aku sapi-sapi merah milik Geryon!» Sapi-sapi itu ada di pulau Erytheia, jauh di barat, di ujung dunia. Herkules memakai jubah kulit singa emasnya dan berangkat.

Halaman 2
Herkules berjalan berhari-hari ke arah matahari terbenam. Di ujung daratan, sebuah gunung besar menutup jalan ke laut. Herkules mendorong gunung itu dengan kedua tangannya — dan gunung terbelah dua! Air laut mengalir di antaranya.
Halaman 3
Dua batu raksasa itu berdiri di kiri dan kanan selat baru, seperti gerbang. Sampai hari ini orang menyebutnya Pilar-Pilar Herkules. Tapi di depan masih terbentang samudra luas, dan pulau Erytheia jauh di seberang.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Matahari bersinar sangat panas. Helios, dewa matahari, memandang dari langit dan kagum pada keberanian Herkules. «Pakailah perahuku,» katanya, lalu menurunkan cawan emas raksasa. Herkules naik dan berlayar di atas ombak samudra.
Halaman 5
Cawan emas itu terapung melewati ombak besar, menuju matahari terbenam yang merah. Akhirnya Herkules tiba di pulau Erytheia. Di padang rumputnya merumput sapi-sapi merah yang indah — kawanan milik raksasa Geryon.
Halaman 6
Tiba-tiba terdengar gonggongan garang. Orthos, anjing berkepala dua dengan gigi tajam, menyerbu Herkules! Herkules mengayunkan gada kayunya yang besar. Sekali pukul — Orthos roboh dan tidak menjaga sapi lagi.
Halaman 7
Lalu bumi bergetar. Geryon datang — raksasa bertubuh tiga! Tiga badan, tiga perisai, tiga tombak, enam mata yang menyala marah. «Siapa berani menyentuh sapiku?» geramnya. Herkules berdiri tegak tanpa mundur selangkah.
Halaman 8
Herkules menarik busurnya. Anak panah melesat kencang dan tepat mengenai raksasa itu. Satu, dua, tiga! Geryon yang besar terhuyung, lalu roboh ke tanah dengan gemuruh — kalah. Pulau Erytheia menjadi tenang.
Halaman 9
Herkules mengumpulkan kawanan sapi merah ke dalam cawan emas dan berlayar kembali. Di pantai ia mengembalikan cawan itu kepada Helios. «Terima kasih, dewa matahari!» Lalu ia menggiring sapi-sapi berjalan pulang, melewati gunung dan sungai.
Halaman 10
Perjalanan pulang itu panjang sekali, tapi Herkules menjaga kawanannya siang dan malam, sampai akhirnya tiba di istana. Raja Eurystheus mengintip dari gentongnya, terheran-heran. Tugas kesepuluh selesai.
Halaman 11
Malam turun. Sapi-sapi merah tidur di padang rumput, dan Herkules beristirahat di bawah bintang-bintang, memandang jauh ke barat. Dua tugas lagi menanti. Tapi itu cerita untuk malam yang lain. Selamat tidur.
Tujuan yang jauh bisa dicapai dengan keberanian dan langkah yang tidak pernah menyerah.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.