

Halaman 1
Raja Eurystheus punya seorang putri. «Ayah,» katanya, «aku ingin sabuk Ratu Hippolyta yang terkenal itu.» Maka raja berseru dari gentongnya: «Tugas kesembilan! Bawakan sabuk Ratu Amazon!» Herkules pun berlayar bersama sahabat-sahabatnya.

Halaman 2
Jauh di seberang laut ada negeri para Amazon — pejuang-pejuang perempuan yang gagah berani. Ratu mereka bernama Hippolyta. Di pinggangnya ia memakai sabuk emas yang indah, hadiah dari dewa perang, tanda bahwa ia ratu para pejuang.
Halaman 3
Ketika kapal Herkules tiba, Ratu Hippolyta sendiri datang menyambut di pantai. Ia melihat jubah kulit singa emas Herkules dan berkata: «Aku pernah mendengar tentangmu, pahlawan. Ceritakan, untuk apa kau datang ke negeriku?»
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Herkules bercerita tentang dua belas tugasnya dan tentang sabuk itu. Hippolyta tersenyum. «Kau datang dengan jujur, bukan dengan pedang,» katanya. «Besok pagi sabuk ini akan kuberikan padamu sebagai hadiah.» Mereka pun berjabat tangan.
Halaman 5
Tapi dewi Hera tidak senang. Ia tidak menyukai Herkules. Malam itu Hera menyamar menjadi seorang Amazon dan berbisik dari rumah ke rumah: «Orang asing itu berbohong! Ia mau menculik ratu kita!» Kabar bohong itu menyebar seperti api.
Halaman 6
Saat fajar, para Amazon menyerbu pantai dengan tombak dan panah! Herkules dan sahabat-sahabatnya cepat mengangkat perisai dan bertahan di dekat kapal. Herkules menangkis serangan demi serangan sambil berseru: «Tunggu! Kenapa kalian menyerang kami?»
Halaman 7
Mendengar keributan itu, Ratu Hippolyta datang berkuda. «Berhenti!» serunya, dan semua tombak diturunkan. Ia bertanya, mendengarkan, lalu mengerti: ada yang menyebar kabar bohong. «Kita hampir bertarung karena bisikan yang tidak benar.»
Halaman 8
Hippolyta berdiri di hadapan Herkules dan melepas sabuk emasnya. «Terimalah, seperti janjiku,» katanya. «Kabar bohong tidak boleh menang atas janji.» Herkules membungkuk dalam-dalam. Para Amazon mengantar mereka ke kapal dengan hormat.
Halaman 9
Di istana, Herkules menyerahkan sabuk emas itu. Putri raja melonjak gembira dan langsung memakainya. Raja Eurystheus mengintip dari gentong perunggunya, keheranan: tugas kesembilan selesai. Herkules hanya tersenyum lelah.
Halaman 10
Malam turun. Jauh di negeri Amazon, Ratu Hippolyta memandang laut dan tersenyum mengingat pahlawan yang jujur. Dan Herkules tertidur di bawah bintang-bintang. Masih ada tugas lain menanti. Tapi itu cerita untuk malam yang lain. Selamat tidur.
Jangan langsung percaya kabar yang belum tentu benar — tanyakan dulu kebenarannya.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.