

Halaman 1
«Tugas kedelapan!» seru Raja Eurystheus dari gentong perunggunya. «Bawakan aku empat kuda Raja Diomedes!» Herkules memakai jubah kulit singa emasnya dan berlayar ke negeri Trakia yang jauh bersama beberapa sahabatnya yang pemberani.

Halaman 2
Raja Diomedes adalah raja yang kejam. Ia memiliki empat kuda paling buas di dunia. Kuda-kuda itu diikat dengan rantai besi, mata mereka menyala liar, dan gigi mereka tajam. Tidak ada seorang pun yang berani mendekati kandangnya.
Halaman 3
Negeri Trakia gelap dan berangin. Saat fajar, Herkules dan sahabat-sahabatnya menyelinap ke kandang kuda. Keempat kuda itu meringkik keras dan menghentak-hentakkan kaki, tapi Herkules maju dengan langkah tenang, tanpa rasa takut.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Dengan kedua tangannya yang kuat, Herkules mematahkan rantai besi itu satu per satu. KRAK! KRAK! Kuda-kuda terkejut — belum pernah ada yang seberani ini. Herkules menuntun mereka keluar dari kandang yang gelap menuju cahaya pagi.
Halaman 5
«Berhenti!» Raja Diomedes datang bersama prajurit-prajuritnya, marah sekali. Terjadilah pertarungan di lapangan. Tapi tidak ada yang bisa menandingi kekuatan Herkules. Raja yang kejam itu kalah, dan prajuritnya lari ketakutan.
Halaman 6
Kuda-kuda itu masih liar dan mengamuk. Tapi Herkules tidak membentak dan tidak memukul. Ia memegang surai mereka dengan mantap dan berbicara pelan: «Tenang, tenang.» Sedikit demi sedikit, keempat kuda buas itu menjadi tenang.
Halaman 7
Herkules dan sahabat-sahabatnya membawa kuda-kuda itu ke kapal. Sepanjang pelayaran ia menjaga mereka, memberi rumput dan air. Kuda-kuda yang dulu paling buas di dunia kini berdiri tenang di geladak, memandang laut.
Halaman 8
Di istana, Raja Eurystheus melihat empat kuda besar itu dan langsung terjun ke dalam gentong perunggunya. «Cukup! Aku sudah melihatnya!» teriaknya. «Bawa mereka pergi jauh-jauh!» Herkules tersenyum lebar.
Halaman 9
Herkules melepaskan kuda-kuda itu di pegunungan yang hijau dan bebas. Mereka berlari kencang di padang rumput, surai mereka berkibar tertiup angin. Tidak ada lagi rantai besi, tidak ada lagi raja yang kejam. Mereka bebas.
Halaman 10
Malam turun di pegunungan. Keempat kuda tidur berdampingan di rumput yang lembut, dan angin bertiup pelan. Herkules beristirahat di dekat api unggun. Masih ada tugas lain menanti. Tapi itu cerita untuk malam yang lain. Selamat tidur.
Ketenangan dan kelembutan lebih kuat daripada kekasaran dan rantai.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.