

Halaman 1
Dari dalam gentong perunggunya Raja Eurystheus memberi perintah: «Tugas ketujuh! Bawakan aku banteng besar dari Pulau Kreta!» Herkules memakai jubah kulit singa emasnya, naik ke kapal, dan berlayar melintasi laut biru menuju Kreta.

Halaman 2
Banteng Kreta bukan banteng biasa. Tubuhnya sebesar rumah, tanduknya melengkung tajam, dan napasnya panas seperti angin gurun. Setiap hari ia mengamuk dan menginjak-injak ladang Raja Minos, sampai tak ada yang berani keluar rumah.
Halaman 3
Raja Minos menyambut Herkules di istananya. «Banteng itu terlalu buas,» kata raja. «Prajuritku tidak sanggup menangkapnya. Kalau kau bisa, bawalah dia pergi dari pulauku.» Herkules mengangguk. «Akan kutangkap dengan kedua tanganku.»
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Herkules menemukan banteng itu di tengah ladang. Banteng mendengus, mengais tanah dengan kakinya, lalu menyerbu seperti badai! Tanduknya mengarah lurus ke Herkules. Tapi Herkules tidak lari. Ia berdiri tegak dan menunggu.
Halaman 5
Tepat saat banteng sampai, Herkules melompat ke samping dan menangkap kedua tanduknya dengan tangan kosong! Banteng mengamuk dan menyeret Herkules ke sana kemari, tapi genggaman Herkules seperti batu karang — tidak bisa dilepaskan.
Halaman 6
Lama mereka bergulat, sampai banteng itu lelah. Napas panasnya melambat. Herkules mengelus lehernya dan berkata dengan tenang: «Sudah, kawan. Amukanmu selesai.» Banteng besar itu berhenti melawan dan menjadi jinak di tangan Herkules.
Halaman 7
Lalu terjadilah hal yang ajaib. Herkules naik ke punggung banteng, dan banteng itu berenang membawanya menyeberangi laut! Mereka melaju di atas ombak, air memercik ke mana-mana, dan lumba-lumba ikut berenang di samping mereka.
Halaman 8
Sampai di istana, Herkules menunjukkan banteng Kreta. Raja Eurystheus menjerit ketakutan dan menyelam ke dalam gentong perunggunya! «Bawa pergi! Lepaskan saja!» teriaknya dari dalam gentong. Herkules tertawa dan menurut.
Halaman 9
Herkules melepaskan banteng itu di padang rumput yang luas. Di sana tidak ada ladang untuk diinjak, hanya rumput hijau dan bukit. Banteng itu merumput dengan tenang. Amukannya sudah hilang, dijinakkan oleh tangan yang kuat dan sabar.
Halaman 10
Malam turun di padang rumput. Banteng besar tidur di bawah pohon zaitun, dan di kejauhan laut berbisik pelan. Herkules memandang bintang-bintang. Masih ada tugas lain menanti. Tapi itu cerita untuk malam yang lain. Selamat tidur.
Keberanian dan kesabaran bisa menjinakkan amukan yang paling besar.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.