

Halaman 1
«Tugas kesebelas!» seru Raja Eurystheus dari gentongnya. «Bawakan aku apel emas dari taman para Hesperides!» Taman itu ada di ujung dunia, dan tidak seorang pun tahu jalannya. Herkules memakai jubah kulit singanya dan berangkat mencari.

Halaman 2
Herkules bertanya kepada Nereus, kakek laut yang bijak dan tahu segala jalan. Kata Nereus: «Berjalanlah terus ke barat, sampai langit hampir menyentuh bumi. Di sanalah taman para Hesperides. Tapi hati-hati — pohonnya dijaga Ladon.»
Halaman 3
Setelah perjalanan panjang, Herkules tiba di taman di ujung dunia. Di tengahnya berdiri pohon dengan apel-apel emas bersinar. Dan melingkari pohonnya — Ladon, naga ular berkepala seratus! Seratus pasang mata berjaga, dan Ladon tak pernah tidur.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Di dekat taman berdiri Atlas, titan raksasa, memikul langit di atas bahunya. Sudah ribuan tahun ia berdiri di sana. Herkules mendapat akal. «Atlas! Kalau kupikul langit itu sebentar, maukah kau memetikkan tiga apel emas untukku? Ladon mengenalmu.»
Halaman 5
Atlas senang sekali. «Baiklah!» Ia memindahkan langit ke bahu Herkules. Berat langit menekan seperti seribu gunung. Lutut Herkules gemetar, giginya terkatup rapat — tapi ia bertahan dan tetap berdiri tegak.
Halaman 6
Atlas berjalan santai ke taman. Ladon mengenal titan itu dan membiarkannya lewat. Atlas memetik tiga apel emas dan kembali sambil bersiul. Sudah lama sekali ia tidak berjalan bebas tanpa beban.
Halaman 7
Tapi Atlas berkata: «Enak sekali berjalan tanpa langit! Biar aku saja yang mengantar apel ini ke istana. Kau pegang langit itu — selamanya!» Wah, gawat! Tapi Herkules tidak panik. Ia berpikir cepat.
Halaman 8
«Baiklah,» kata Herkules tenang. «Tapi bahuku sakit. Peganglah langit sebentar saja — aku mau melipat kulit singaku jadi alas bahu.» Atlas percaya dan mengambil langit kembali. Herkules memungut ketiga apel emas itu!
Halaman 9
«Terima kasih, Atlas! Kau titan yang kuat — langit itu memang hanya cocok untukmu!» seru Herkules sambil melambai, lalu berjalan pulang. Atlas tertegun... lalu tertawa keras. Ia dikalahkan bukan oleh tenaga, tapi oleh akal.
Halaman 10
Raja Eurystheus memandangi apel emas itu dengan takjub. Tapi apel para dewa tidak boleh tinggal di istana manusia — maka dewi Athena mengantar ketiganya kembali ke taman di ujung dunia.
Halaman 11
Malam turun. Di ujung dunia, apel-apel emas bersinar lembut di pohonnya, dan Ladon berjaga seperti biasa. Herkules tidur nyenyak. Tinggal satu tugas terakhir — yang paling sulit. Tapi itu cerita untuk malam yang lain. Selamat tidur.
Kadang akal yang cerdik lebih kuat daripada otot yang besar.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.