Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Keluargaku · Subtopik: Menunggu dengan sabar
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Legenda Danau Ayamaru (cerita rakyat Papua Barat, 10 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Komunikasi, Kreativitas, Kemandirian
Tujuan pembelajaran
- Anak menceritakan mengapa gadis itu menangis di atas bukit setiap senja.
- Anak menyebutkan arti kata aya dan arti kata maru.
- Anak menyanyikan satu lagu bersama temannya sambil melambaikan tangan.
Alat dan bahan
- Cerita Legenda Danau Ayamaru: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 5 atau 8 (cetak sesuai jumlah anak).
- Tikar sebagai bukit; tas rajut kelas untuk ditunjukkan.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Siapa di rumah kalian yang pernah pergi lama? Apa yang kalian rasakan?»
- Tunjukkan gambar halaman 2: «Kakak dan adik ini tinggal berdua di padang rumput. Menurut anak-anak, apa yang mereka kerjakan?»
- Perkenalkan 3 kata: noken, rukun, senja.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 4. Berhenti di akhir halaman 4, saat air mata gadis itu menetes ke lembah setiap kali ia menyanyi. Tanya: «Menurut anak-anak, apa yang akan terjadi pada lembah itu?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10. Jeda sebentar, lalu tanya: «Suara apa yang dibawa angin kepada sang kakak?»
- Mengaplikasi: «Lagu di atas bukit»: anak berdiri di atas tikar sebagai bukit, melambaikan tangan seperti melepas kakak di halaman 3, lalu bersama-sama menyanyikan satu lagu kelas dengan suara pelan. Tanya: «Untuk siapa gadis itu menyanyi setiap senja?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 5 (genangan kecil melebar menjadi danau) atau halaman 8 (kakak dan adik berpelukan). Tanya saat mewarnai: «Apa arti kata aya, dan apa arti kata maru?»
- Merefleksi: Bahas bersama: «Mengapa gadis itu menangis di atas bukit setiap senja?», «Bagaimana sang kakak menemukan jalan pulang ke lembahnya?», «Siapa yang kamu rindukan kalau lama tidak bertemu? Apa yang ingin kamu katakan padanya?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak menyebutkan satu hal yang datang ke danau baru itu.
- Ulangi kata baru: noken, rukun, senja, genangan, terobati.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu sapa orang yang kamu rindukan.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Alasan menangis: anak menceritakan kakaknya belum pulang walau musim hujan sudah berakhir.
- Arti nama danau: anak menyebutkan aya berarti air dan maru berarti danau.
- Lagu dan lambaian: anak menyanyi bersama temannya sambil melambaikan tangan di atas «bukit».
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat «Lagu di atas bukit».
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): bacakan sampai halaman 10 (akhirnya tenang); cukup satu ragam main («Lagu di atas bukit»); ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 1: «Apa arti kata aya, dan apa arti kata maru?»; tanyakan dua pertanyaan pertama.
- Kakaknya tidak hilang: di halaman 8 ia pulang dan meminta maaf karena jalannya jauh. Kalau anak sedih melihat gadis itu menangis, katakan: «Air matanya menjadi danau yang jernih, dan kakaknya pulang memeluknya.»
- Danau Ayamaru sungguh ada di pegunungan Maybrat, Papua Barat; namanya datang dari dua kata bahasa setempat (halaman 1).