Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Lingkungan bersih · Subtopik: Menjaga sungai, sungai menjaga kita
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Buaya Putih Penjaga Sungai (cerita rakyat Betawi, 9 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Kewargaan, Kesehatan, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menceritakan cara buaya putih menolong Dul: menahan perahu lalu mendorongnya ke tepi.
- Anak memungut sampah tiruan dari sungai buatan dan memasukkannya ke tempat sampah.
- Anak mengucapkan satu kalimat yang ingin ia katakan kepada buaya putih.
Alat dan bahan
- Cerita Buaya Putih Penjaga Sungai: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 5 (cetak sesuai jumlah anak).
- Koran dibentang panjang sebagai sungai; kertas remas dan botol plastik bersih; satu kardus.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Di dekat rumah kalian ada sungai atau selokan? Apa saja yang kalian lihat di sana?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Buaya ini bukan buaya jahat, matanya teduh. Warnanya seputih apa, ya?»
- Perkenalkan 3 kata: hulu, sekejap, embun.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar halaman 1 sampai 3. Berhenti sesudah halaman 3, saat air naik cepat dan perahu Dul terombang-ambing. Tanya: «Menurut kalian, siapa yang akan menolong Dul?»
- Memahami: Lanjutkan halaman 4 sampai 9. Jeda, lalu tanya: «Tanda apa yang diberikan buaya putih kalau air besar akan datang?»
- Mengaplikasi: «Sungai kita bersih»: koran dibentang sebagai sungai, guru menaburkan kertas remas dan botol plastik di atasnya. Anak bergiliran memungut satu sampah, memasukkannya ke kardus, lalu berkata «sungai bukan tempat sampah». Tanya: «Sampah apa yang kamu ambil tadi?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 5 (buaya putih mendorong perahu Dul ke tepi). Sambil mewarnai, tanya: «Bagaimana buaya putih menolong Dul?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Seperti apa rupa buaya putih penjaga sungai?», «Menurutmu, mengapa kita tidak boleh membuang sampah ke sungai?», «Kalau kamu bertemu buaya putih, apa yang ingin kamu katakan padanya?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Bergiliran, anak mengucapkan satu kalimat untuk buaya putih penjaga sungai.
- Ulangi kata baru: hulu, sekejap, embun, teduh, terombang-ambing.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu buang sampahmu di tempatnya.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Cara menolong: anak menceritakan perahu ditahan lalu didorong ke tepi, saat mewarnai.
- Memungut sampah: anak mengambil sampah dari koran sungai dan menaruhnya di kardus.
- Kalimat untuk buaya: anak mengucapkan satu kalimatnya sendiri saat recalling.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat «Sungai kita bersih».
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti sesudah halaman 6, saat Dul selamat dan mengajak teman-temannya menjaga Ciliwung; ceritakan: «Orang Betawi menyimpan cerita ini untuk mengingatkan bahwa sungai adalah sahabat kita.» Satu ragam main saja («Sungai kita bersih»); ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 5: «Bagaimana buaya putih menolong Dul?» Dua pertanyaan awal.
- Kalau anak takut pada buaya, katakan: «Buaya ini tidak menggigit siapa pun; ia menahan perahu Dul lalu mendorongnya ke tepi.»
- Halaman 3 bisa membuat anak cemas. Ingatkan bahwa anak tidak boleh bermain di sungai tanpa orang dewasa.