← Kembali
Rencana kegiatan · RPPH

Asal Usul Ikan Patin

Usia 3–7 · 2 menit 56 detik · 10 halaman

Identitas

Tujuan pembelajaran

Alat dan bahan

Pembukaan (10 menit)

  1. Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
  2. Pertanyaan pemantik: «Siapa di rumah yang paling lucu? Apa yang membuat anak-anak tertawa terbahak-bahak?»
  3. Tunjukkan gambar halaman 1: «Apa pekerjaan bapak ini?»
  4. Perkenalkan 3 kata: nelayan, rumpun bambu, senja.

Inti (40 menit)

  1. Memahami: Putar atau bacakan halaman 1–6. Berhenti di halaman 6, saat semua orang tertawa terbahak-bahak melihat si bungsu berjalan. Tanya: «Apakah Dayang Kumunah akan ikut tertawa? Kalau ia tertawa, apa yang terjadi?»
  2. Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10. Diam sebentar setelah halaman terakhir.
  3. Mengaplikasi: Pilih 2 dari 3 ragam main. (a) Permainan senyum tipis: satu anak jadi si bungsu yang berjalan bergoyang-goyang, teman lain boleh tertawa, tetapi anak yang jadi Dayang hanya tersenyum tipis. Bergantian. (b) Gerak ikan patin: telapak tangan disatukan, anak-anak berenang pelan di sepanjang kain biru, berhenti «menengok» ke rumah di tepi, lalu berenang lagi. (c) Mewarnai halaman 2 atau 8.
  4. Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Bagaimana perasaan Awang Gading saat menemukan bayi di rumpun bambu?», «Mengapa Dayang Kumunah tidak boleh tertawa lepas?», «Apa tanda bahwa Dayang Kumunah tetap dekat dengan keluarganya?».

Penutup (10 menit)

  1. Recalling: anak-anak menceritakan kembali empat kejadian berurutan: bayi di rumpun bambu, Dayang berkeluarga, tertawa lepas, jadi ikan patin.
  2. Ulangi kata baru: terharu, terbahak-bahak, keperakan, menengok.
  3. Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu sebutkan keluarga yang tinggal jauh.
  4. Doa penutup dan salam.

Asesmen (observasi)

Catatan untuk guru