← Kembali
Rencana kegiatan · RPPH

Asal Mula Nama Minangkabau

Usia 3–7 · 3 menit 10 detik · 10 halaman

Identitas

Tujuan pembelajaran

Alat dan bahan

Pembukaan (10 menit)

  1. Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
  2. Pertanyaan pemantik: «Kalau dua anak ingin memakai satu ayunan, apa yang bisa dilakukan supaya keduanya senang?»
  3. Tunjukkan gambar halaman 1: «Sawahnya hijau dan orang-orangnya rukun. Apa yang membuat negeri seperti ini tetap damai?»
  4. Perkenalkan 3 kata: utusan, tetua, tanduk.

Inti (40 menit)

  1. Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 6. Berhenti setelah halaman 6, saat penonton tertawa melihat anak kerbau kecil. Tanya: «Menurut anak-anak, bagaimana kerbau sekecil itu bisa menang?»
  2. Memahami: Lanjutkan halaman 7 sampai 10. Jeda sebentar, lalu tanya: «Mengapa kerbau raksasa lari padahal badannya jauh lebih besar?»
  3. Mengaplikasi: «Anak kerbau mencari induk»: separuh anak berjalan pelan sebagai kerbau besar, separuh merangkak mencari induknya tanpa menyentuh siapa pun. Tanya: «Siapa yang menang tanpa berkelahi?»
  4. Mengaplikasi: Mewarnai halaman 9 (rumah beratap gonjong). Sesudah selesai, anak membentuk atap bergonjong dengan kedua tangan sambil berkata «manang kabau».
  5. Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Mengapa penduduk memilih adu kerbau daripada berperang?», «Bagaimana anak kerbau kecil bisa menang melawan kerbau raksasa?», «Apa arti kata "Minangkabau"?», «Kalau kamu punya masalah besar, apa yang bisa dilakukan selain marah atau berkelahi?»

Penutup (10 menit)

  1. Recalling: Anak menyebutkan urutan: utusan datang, anak kerbau dilepas, orang-orang bersorak.
  2. Ulangi kata baru: utusan, tetua, tanduk, cerdik, menyundul.
  3. Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu ceritakan satu cara menyelesaikan masalah tanpa marah.
  4. Doa penutup dan salam.

Asesmen (observasi)

Catatan untuk guru